JCCNetwork.id-Pemerintah Provinsi Jakarta mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai rangkaian acara dan program promosi yang digelar pusat perbelanjaan menjelang perayaan Imlek dan Ramadan 2026.
Aktivitas sektor ritel dinilai berperan penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.
Sekretaris Daerah Jakarta Uus Kuswanto menyebut, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta sepanjang 2025.
“Pak Gubernur menyampaikan kenapa pertumbuhan ekonomi Jakarta meningkatnya cukup luar biasa? Ternyata ada beberapa program yang dikolaborasikan dengan seluruh pelaku ekonomi yang ada di Jakarta,” kata Uus saat membuka Jakarta Lunar New Year Festival Tahun 2026, Minggu (8/2/2026) malam.
Uus menjelaskan, kegiatan yang diinisiasi Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jakarta tersebut mencerminkan peran strategis sektor perdagangan dan jasa.
“Nah ternyata apa yang terjadi ini, itu tidak lepas dari ikhtiar dari berbagai macam stakeholder yang ada. Sudah barang tentu Pemprov Jakarta mengajak pada seluruh pelaku ekonomi untuk sama-sama bagaimana ikut meningkatkan ekonomi di Jakarta,” katanya dikutip dari Antara.
Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat mencapai 5,21 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
Ia menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi berbagai pemangku kepentingan, termasuk pengelola pusat perbelanjaan, pelaku UMKM, dan sektor pariwisata.
Sementara itu, Ketua APPBI Jakarta Mualim Wijoyo menilai perayaan Imlek sebagai momentum penting untuk meningkatkan konsumsi masyarakat sekaligus memperkuat pemulihan sektor ritel.
“Kami ingin menghadirkan suasana perayaan yang meriah bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kunjungan dan transaksi di mal,” ujar Mualim.
Menurutnya, Imlek memiliki daya tarik yang sebanding dengan Ramadan dan selalu dinantikan masyarakat.
Kedekatan waktu antara Imlek dan Ramadan tahun ini dinilai akan memberikan dampak positif terhadap kinerja industri ritel.
Untuk memeriahkan Imlek 2026, sebanyak 98 pusat perbelanjaan di Jakarta menggelar beragam kegiatan, mulai dari pertunjukan barongsai dan liong, dekorasi tematik, atraksi budaya, hingga aktivitas interaktif bagi pengunjung.
APPBI menargetkan nilai transaksi masyarakat Jakarta selama momentum Imlek tahun ini menembus Rp 10 triliun.
Target tersebut dinilai realistis mengingat transaksi pada periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya mencapai Rp 15,25 triliun, terutama disumbang sektor perhotelan, pusat perbelanjaan, dan UMKM.
“Sekarang kan ekonomi Jakarta sudah membaik ya. Yang dahulu ada istilah rojali, rombongan jarang beli, sekarang rojali, rombongan jadi beli. Kali ini kita target transaksinya tembus Rp 10 triliun, tetapi kan target, bisa saja melampaui,” ujar Mualim.
Ia menambahkan, daya beli masyarakat sangat dipengaruhi oleh program promosi dan kegiatan tematik di pusat perbelanjaan, terutama pada momentum hari besar seperti Imlek dan Ramadan.
“Biasanya di akhir tahun atau hari-hari besar nasional kan biasanya mal-mal itu sudah secara otomatis memberikan diskon-diskon,” pungkas Mualim.



