OTT KPK di Pajak dan Bea Cukai, MAKI Desak Menkeu Lakukan Bersih-Bersih Total

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id-Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pejabat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, serta pihak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Jakarta kembali membuka sorotan serius terhadap tata kelola dua institusi strategis di bawah Kementerian Keuangan.

Menanggapi penindakan tersebut, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar segera melakukan pembenahan menyeluruh di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, tidak sekadar pada aspek administratif, tetapi juga struktural.

- Advertisement -

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, menilai OTT yang dilakukan KPK menunjukkan bahwa potensi praktik korupsi masih tersebar luas di kedua institusi tersebut. Menurutnya, jika penindakan serupa dilakukan secara masif di berbagai wilayah, peluang pengungkapan kasus serupa sangat besar.

“Kalau OTT dilakukan di seluruh perwakilan Pajak dan Bea Cukai, sangat mungkin akan ditemukan kasus serupa. Dugaan praktik korupsi di dua institusi ini sudah terlalu banyak,” ujar Boyamin, Kamis (5/2).

Boyamin juga menyampaikan bahwa hingga saat ini belum terlihat perbaikan signifikan di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai maupun Direktorat Jenderal Pajak.

- Advertisement -

Ia menyinggung pengalamannya melaporkan berbagai dugaan penyelundupan, mulai dari kendaraan bermotor hingga barang mewah, yang dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan internal.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa Pajak dan Bea Cukai sedang tidak dalam keadaan baik. Pembenahan yang dilakukan sejauh ini belum tuntas, sehingga praktik penyelundupan dan pelanggaran masih terus terjadi,” katanya.

Lebih lanjut, Boyamin menilai wacana pencopotan seluruh pimpinan di kedua institusi tersebut sebagaimana sempat disampaikan Menteri Keuangan merupakan langkah yang relevan dan perlu segera direalisasikan.

Ia menegaskan bahwa reformasi tidak akan efektif tanpa disertai penindakan hukum yang tegas.

“Pembenahan saja tidak cukup. Harus dibarengi penindakan. Saya mendukung penuh KPK untuk terus melakukan OTT di Ditjen Pajak dan Bea Cukai,” tegasnya.

Menurut Boyamin, penegakan hukum yang konsisten menjadi kunci untuk menciptakan efek jera sekaligus mendorong perubahan nyata di internal lembaga.

“Jika OTT dilakukan secara berkelanjutan, akan muncul rasa takut dan kesadaran untuk benar-benar berbenah,” pungkasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Jeremejeff Siap Hadapi Java United

JCCNetwork.id- Penyerang Persija Jakarta, Alexander Jeremejeff, menjadi salah satu pemain yang patut mendapat perhatian menjelang laga melawan Java United FC pada pekan ketiga BRI...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
DPR Wanti-Wanti Hukum untuk Koruptor Harus Ditutup
08:02
Video thumbnail
DPR Tanya Solusi Pakar Soal Bagaimana Jika Barang Rampasan dari Hasil Korupsi Jika Dipakai Aparat?
10:14
Video thumbnail
Habis Bubarin Jemaat Beribadah, Lalu Minta Maaf #shorts #trending
02:45
Video thumbnail
Prabowo Sebut Sawit “Tanaman Ajaib”, Bisa Hasilkan 57 Produk
08:18
Video thumbnail
Di Depan DPR, Eks Pimpinan KPK Beberkan Fenomena Tujuan Para Koruptor
09:50
Video thumbnail
14 Pejabat Kemenkeu Resmi Dilantik Suahasil, Mayoritas Masuk Jajaran Ditjen Pajak
23:55
Video thumbnail
Di Depan Prabowo Kiai Hasan Gontor Tegaskan Tetap Lebih Memilih Pendidikan #shorts
01:09
Video thumbnail
Prabowo Ungkap Buzzer Bayaran Antek Asing, Sosmed Dibikin Ribut, Rakyat Jangan Gampang Percaya
08:20
Video thumbnail
Bikin Suasana Pecah, Zulhas Candai Cak Imin di Depan Prabowo soal Pilpres
09:27
Video thumbnail
Di Hadapan Presiden Prabowo, KH Hasan Abdullah Sahal Memilih Bicara Apa Adanya
08:14
Video thumbnail
Cerita Mentan Amran Naik Copot Manager Disaat Maba Curhat Sulit Dapat Pupuk
08:08
Video thumbnail
Jawaban Maba Bikin Mentan Amran Kaget, Mau Sukses Ogah Berproses
08:08
Video thumbnail
NasDem Usul Ambang Batas 7 Persen #shorts
02:03
Video thumbnail
Para Pemberantas Korupsi Ternyata Korupsi
01:21
Video thumbnail
Blak blakan KDM Kenang Sosok Danny Setiawan, Ada Satu Momen yang Tak Pernah Dilupakan
08:07
Video thumbnail
Pemilik Lahan Langsung Nurut! Sherly Tjoanda Kasih Pesan soal Larangan Bakar Lahan
08:23
Video thumbnail
Gub Sherly Tjoanda Girang Lihat Bibit Kelapa Siap Tanam dan Terima Kasih ke Pak Presiden, Pak Mentan
08:18
Video thumbnail
Prabowo Pede, Tegaskan Bukan Pemimpin Omon-Omon
10:10
Video thumbnail
Prabowo Beberkan Besarnya Potensi Kelapa Sawit Indonesia
08:34
Video thumbnail
Rakyat Tunggu Kapan Presiden Prabowo Hukum Mati Koruptor Atau Dikirim ke Nusakambangan
12:19

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER