Anak Muda Enggan Bertani di Dalam Negeri, Justru ke Luar Negeri

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Anggota DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana menyoroti fenomena paradoks di sektor pertanian Indonesia, di mana generasi muda enggan menjadi petani di dalam negeri, namun justru memilih bekerja sebagai petani di luar negeri.

Menurut Ketut, saat ini banyak anak muda Indonesia yang rela merantau ke negara seperti Jepang, Australia, hingga Korea Selatan untuk bekerja di sektor pertanian. Ironisnya, profesi yang sama justru tidak diminati ketika berada di tanah air.

- Advertisement -

“Anak-anak muda sekarang tidak mau bertani di dalam negeri, tapi ke Jepang dia jadi petani, ke Australia jadi petani, ke Korea jadi petani,” ujar Ketut dalam RDP Bersama Baleg, Kamis (5/2/2026).

Ia menilai akar persoalan terletak pada rendahnya kesejahteraan petani di Indonesia. Ketut menyebut, upah yang diterima petani di dalam negeri tidak sebanding dengan beban kerja dan biaya hidup, sehingga sulit menjamin masa depan yang layak.

Ketut mengungkapkan, berdasarkan komunikasinya dengan para pekerja migran Indonesia di luar negeri, gaji petani di negara lain bisa mencapai Rp15 juta per bulan, jauh di atas standar upah di Indonesia. Sementara di dalam negeri, upah petani bahkan kerap tidak mampu memenuhi standar Upah Minimum Regional (UMR).

- Advertisement -

“Punya tanah lima hektare di Indonesia belum tentu bisa menyekolahkan anak sampai S1,” tegasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Semeru Erupsi, Abu Capai 700 Meter

JCCNetwork.id- Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat (18/9/2026) pagi. Letusan yang terjadi pukul 08.43 WIB tersebut memicu keluarnya...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Berantas Balpres, Bea Cukai Ungkap Aksi Kucing-Kucingan Terus TerjadiKarna Permintaan Masih Tinggi
11:30
Video thumbnail
Mentan Amran Sentil Pengamat Nyinyir soal Beras Impor Ilegal: Ini Musuh Negara
07:55
Video thumbnail
Suahasil Laporkan Utang BLBI Tuntas kepada Prabowo
09:08
Video thumbnail
Eks Pimpinan KPK Sentil Penegak Hukum, Jangan Sembarangan Rampas Aset karena Malas Lacak Bukti
08:32
Video thumbnail
Sivitas UIN Sunan Ampel Ungkap Masalah Tata Kelola Fakultas di DPR
09:11
Video thumbnail
Mentan Amran Bereaksi Keras, Sebut 115 Juta Petani Dirugikan Karna Beras Impor Ilegal!
08:06
Video thumbnail
Detik Detik Hakim MK Tegur Denny Indrayana Saat Sidang Gugatan Ijazah Gibran
08:40
Video thumbnail
Waspada Celah RUU Perampasan Aset, Advokat Ingatkan Potensi Jadi Alat Pemerasan
09:01
Video thumbnail
JARI’98 Desak Polri Tangkap Pelaku Pembubaran Ibadah #shorts #trending
01:01
Video thumbnail
Detik-Detik Denny Indrayana Cs Persoalkan Syarat Pendidikan Gibran di MK
13:55
Video thumbnail
Aturan Dapur MBG Diubah, Kepala SPPG Tak Boleh Lagi Absen Saat Masak
09:25
Video thumbnail
Buka bukaan di DPR! Kejawen Maneges Minta Kepercayaan Tak Dianaktirikan
09:15
Video thumbnail
Hakim MK Sentil Mantan Pejabat Kemenhub soal Pesawat Delay Bisa Telepon Itukan Bapak
08:55
Video thumbnail
Hakim MK Kekhawatiran soal Diskresi Penyidik ​​di KUHAP Baru dan RUU Perampasan Aset Disinggung
10:37
Video thumbnail
Kocak, Maba UMRI Tolak Promosi Anak Mentan Amran, Malah Dipuji Lolos Uji
09:04
Video thumbnail
Gubenur Sherly Lihat Lahan Habis Dibakar, Bukan Marah Malah Gali Alasan Petani
08:39
Video thumbnail
DPR Wanti-Wanti Hukum untuk Koruptor Harus Ditutup
08:02
Video thumbnail
DPR Tanya Solusi Pakar Soal Bagaimana Jika Barang Rampasan dari Hasil Korupsi Jika Dipakai Aparat?
10:14
Video thumbnail
Habis Bubarin Jemaat Beribadah, Lalu Minta Maaf #shorts #trending
02:45
Video thumbnail
Prabowo Sebut Sawit “Tanaman Ajaib”, Bisa Hasilkan 57 Produk
08:18

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER

APTI Soroti Kebijakan Cukai Tembakau

Gempa M2,7 Guncang Selatan Bandung

Pajak Marketplace Berlaku November 2026

Persib Istirahat Usai Jadwal Padat

Emas Antam Tembus Rp2,638 Juta