JCCNetwork.id- Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) serta program pembuatan kapal-kapal tangkap ikan sebagai bagian dari strategi pemerintah memperluas penciptaan lapangan kerja dan memperkuat sektor ekonomi maritim nasional. Hingga awal 2026, kedua program tersebut tercatat telah menyerap puluhan ribu tenaga kerja di berbagai wilayah pesisir Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden menaruh perhatian besar terhadap program-program yang bersifat padat karya dan berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, percepatan pelaksanaan KNMP dan industri pembuatan kapal tangkap ikan menjadi prioritas utama pemerintah.
“Bapak Presiden memang benar-benar menghendaki kita semua bekerja dengan jauh lebih cepat lagi, terutama di beberapa bidang yang bersifat penciptaan lapangan pekerjaan dan padat karya. Contohnya, beliau meminta percepatan pembangunan kampung-kampung nelayan dan program pembuatan kapal-kapal tangkap ikan,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, Jumat (9/1/2026).
Selain berorientasi pada penciptaan lapangan kerja, pembangunan KNMP juga diarahkan untuk mendukung agenda peningkatan kualitas gizi masyarakat. Pemerintah menilai sektor perikanan memiliki peran strategis dalam penyediaan sumber protein hewani yang terjangkau bagi masyarakat luas.
“Beliau ingin program-program tersebut segera dilaksanakan karena selain bersifat padat karya, juga dapat meningkatkan produksi protein dari sektor perikanan, sehingga asupan protein bagi seluruh rakyat dapat meningkat,” kata Prasetyo.
Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo menekankan agar program tersebut segera direalisasikan karena tidak hanya bersifat padat karya, tetapi juga berkontribusi langsung pada peningkatan produksi protein nasional dari sektor kelautan dan perikanan. Dengan meningkatnya produksi ikan, diharapkan asupan protein masyarakat Indonesia dapat terpenuhi secara lebih merata.
Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan, pembangunan KNMP yang saat ini berlangsung di 65 lokasi telah menyerap sedikitnya 17.550 tenaga kerja. Rata-rata, setiap lokasi melibatkan sekitar 270 orang tenaga kerja yang berasal dari berbagai latar belakang.
Tenaga kerja tersebut mencakup pekerja konstruksi, nelayan lokal, hingga tenaga operasional yang akan mengelola fasilitas kampung nelayan. Pemerintah memproyeksikan jumlah tenaga kerja akan terus bertambah seiring dengan dimulainya pengelolaan fasilitas, distribusi logistik perikanan, serta penguatan layanan pendukung dari sektor hulu hingga hilir.
Program KNMP merupakan bagian dari program prioritas nasional yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperluas kesempatan kerja. Tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, KNMP juga mengusung konsep pemberdayaan ekonomi pesisir yang inklusif melalui pendekatan rekayasa sosial (social engineering).
Pendekatan tersebut bertujuan membangun ekosistem ekonomi nelayan yang berkelanjutan, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan nelayan, hingga integrasi dengan rantai pasok industri perikanan nasional.
Pada tahap awal, pemerintah menargetkan pembangunan KNMP di 65 titik yang tersebar di berbagai kawasan pesisir Indonesia. Selanjutnya, sebanyak 35 titik tambahan akan dibangun pada tahap kedua. Secara jangka panjang, pemerintah merencanakan pengembangan KNMP hingga mencapai 1.000 titik di seluruh Indonesia.
Pemerintah berharap percepatan pembangunan kampung nelayan dan industri kapal tangkap ikan dapat menjadi motor penggerak ekonomi pesisir, memperkuat ketahanan pangan berbasis perikanan, serta mendorong terciptanya lapangan kerja berkelanjutan di sektor maritim nasional.























