“Ini sudah melampaui batas olahraga. Ketika anak ikut diserang, itu jelas pelanggaran HAM,” tegas Vinot.
Usai aksi, perwakilan BATOMA diterima audiensi oleh KemenHAM RI. Staf Khusus Menteri HAM, Yosef Sampurna Nggarang, menyampaikan bahwa rasisme terhadap atlet tidak bisa dipandang sebagai persoalan etika atau disiplin olahraga semata.
KemenHAM menilai kasus Yakob dan Yance Sayuri masuk kategori pelanggaran hak asasi manusia dan membutuhkan penanganan lintas sektor.
Pemerintah berkomitmen menjalin komunikasi dengan PSSI dan pemangku kepentingan sepak bola nasional untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Namun BATOMA menegaskan, komitmen tersebut harus dibuktikan melalui langkah konkret, bukan sebatas pernyataan.
Di Komnas HAM RI, BATOMA menyampaikan kekhawatiran bahwa kasus Yakob dan Yance Sayuri hanyalah satu dari sekian banyak contoh rasisme terhadap atlet asal Indonesia Timur yang kerap berulang tanpa penyelesaian tuntas.
Komnas HAM menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan melibatkan lembaga terkait, termasuk aparat penegak hukum, untuk memastikan adanya pertanggungjawaban hukum.
Komnas HAM juga menilai pentingnya melihat rasisme di sepak bola sebagai bagian dari masalah struktural, bukan insiden sporadis.
BATOMA menilai, selama ujaran rasial dibiarkan tanpa sanksi tegas, kampanye “No Racism” di stadion hanya akan menjadi simbol tanpa makna.
Pembiaran ini dinilai berbahaya karena menciptakan ruang aman bagi pelaku rasisme sekaligus memperpanjang trauma bagi korban.
“Kalau negara tidak tegas, rasisme akan terus diwariskan, dari stadion ke media sosial, dari generasi ke generasi,” ujar Vinot.
Dalam pernyataan sikapnya, BATOMA menegaskan bahwa rasisme adalah persoalan tanggung jawab negara, bukan sekadar urusan federasi olahraga.
Jika tidak ada langkah serius, BATOMA menyatakan siap melakukan konsolidasi nasional dan membawa kasus ini ke forum HAM internasional.
Aksi tersebut menjadi penegasan bahwa perjuangan melawan rasisme di sepak bola Indonesia belum selesai, dan negara tidak lagi bisa bersembunyi di balik slogan.






