JCCNetwork.id – Sedikitnya delapan warga Palestina dilaporkan tewas setelah serangan udara Israel menghantam sebuah pos polisi di kawasan Al-Falouja, sebelah barat Kamp Pengungsi Jabaliya, Gaza utarae, pada Selasa (14/7/2026).
Salah satu korban merupakan kepala kantor polisi Jabaliya.
Kementerian Dalam Negeri Gaza menyebut korban yang meninggal dunia antara lain Kolonel Mohammed Marwan Salem, yang menjabat sebagai kepala kantor polisi Jabaliya. Ia dilaporkan tewas bersama sejumlah personel kepolisian saat sedang bertugas di lokasi.
Sumber medis setempat menyatakan sedikitnya delapan orang kehilangan nyawa dalam serangan tersebut, termasuk seorang perempuan.
Selain itu, beberapa warga lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan.
Sejumlah korban luka dilaporkan merupakan warga sipil yang sedang berada di kantor polisi maupun melintas di sekitar lokasi ketika serangan terjadi.
Menurut keterangan saksi mata, sebuah pesawat nirawak Israel menyerang pos polisi yang berada di kawasan padat pengungsian dan dekat pusat evakuasi sementara warga Palestina.
Pada hari yang sama, serangan lain juga dilaporkan terjadi di wilayah Khan Yunis, Gaza selatan.
Sebuah pesawat nirawak menghantam tenda pengungsian di dekat Menara Tayba, mengakibatkan satu warga Palestina tewas dan tiga lainnya terluka.
Insiden terpisah terjadi di kawasan Al-Mawasi, Rafah, ketika seorang anak bernama Moataz Abu Shaar dilaporkan meninggal dunia akibat tembakan pasukan Israel.
Sumber rumah sakit di Gaza menyebut hingga Selasa siang sedikitnya 10 korban telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit.
Tujuh korban berasal dari wilayah Gaza utara, sementara tiga lainnya dari Gaza selatan.
Salah satu korban di antaranya meninggal setelah sempat menjalani perawatan akibat luka yang dideritanya.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan dua korban tewas dan 21 orang terluka dalam 24 jam terakhir.
Otoritas kesehatan setempat menyatakan proses evakuasi masih terkendala karena sejumlah korban berada di bawah reruntuhan bangunan maupun di lokasi yang sulit dijangkau akibat operasi militer yang masih berlangsung.
Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, sebanyak 1.110 warga Palestina dilaporkan meninggal dan 3.599 lainnya mengalami luka-luka sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025.
Selain itu, sekitar 800 jenazah ditemukan pada periode yang sama.
Kementerian tersebut juga menyebut total korban tewas sejak konflik pecah pada Oktober 2023 telah mencapai 73.233 orang, sementara 173.707 lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.












