Identitas Pelaku Penembakan Dekat Gedung Putih Terungkap

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) mengungkap identitas tersangka penembak dua anggota Garda Nasional dalam insiden bersenjata yang terjadi hanya beberapa blok dari Gedung Putih, Washington, D.C., pada Rabu (26/11/2025). Satu korban dilaporkan meninggal dunia, sementara satu lainnya kritis.

Pelaku diidentifikasi sebagai Rahmanullah Lakanwal (29), pria asal Afghanistan yang datang ke AS melalui program Operasi Allies Welcome pada 2021. Jaksa Agung AS, Jeanine Pirro, menyatakan pelaku bertindak seorang diri dan kini menghadapi dakwaan penyerangan dengan maksud membunuh, penggunaan senjata api dalam tindak kekerasan, serta kepemilikan senjata secara ilegal. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman lebih dari 10 tahun penjara.

- Advertisement -

Menurut laporan CBS News, Lakanwal sebelumnya bekerja sebagai pasukan mitra CIA di Kandahar. Informasi tersebut dikonfirmasi Direktur CIA John Ratcliffe, yang menyebut pelaku sempat bertugas dalam Unit 03 Pasukan Serang Kandahar unit yang dikenal secara lokal sebagai “Pasukan Kalajengking”. Ia ikut menjaga Bandara Kabul menjelang evakuasi besar-besaran pada 2021 sebelum diterbangkan ke AS.

BBC melaporkan, Lakanwal dikenal memiliki kemampuan sebagai pelacak GPS dan memiliki catatan tugas militer yang dekat dengan pasukan sekutu Afghanistan. Dia mengajukan permohonan suaka pada 2024 dan disetujui pada April 2025, namun permohonannya untuk kartu hijau masih tertunda.

Penembakan terjadi ketika korban Sarah Beckstrom (20) dan Andrew Wolfe (24) sedang bertugas. Keduanya ditembak dari jarak dekat. Sarah meninggal dunia, sedangkan Andrew masih dirawat dalam kondisi kritis. Pelaku ditangkap di lokasi kejadian usai baku tembak dengan aparat, namun mengalami luka dan kini dirawat di rumah sakit. Pirro menyebut Lakanwal tidak kooperatif saat penangkapan.

- Advertisement -

Pemerintah AS menetapkan insiden tersebut sebagai tindakan teror. Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya akan memperketat aturan imigrasi, terutama bagi warga Afghanistan yang masuk melalui kebijakan era Biden. AS juga menangguhkan seluruh permintaan imigrasi dari Afghanistan per 26 November 2025.

Trump menegaskan pihaknya sedang meninjau ulang seluruh status orang asing yang berada di AS, khususnya mereka yang masuk melalui jalur kemanusiaan setelah evakuasi Afghanistan pada 2021.

 

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Bareskrim Tangkap Perakit Senpi Ilegal Beroperasi 20 Tahun di Bandung

JCCNetwork.id- Aparat Satuan Reserse Mobil (Sat Resmob) Bareskrim Polri berhasil mengungkap praktik perakitan senjata api ilegal yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Seorang pria...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER