Pemerintah Fokus Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Bukan Ubah Nilai Rupiah

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebijakan redenominasi rupiah tidak akan direalisasikan dalam waktu dekat, baik tahun ini maupun tahun depan. Ia menekankan, keputusan terkait penyederhanaan nilai mata uang nasional sepenuhnya berada di tangan Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter.

“Itu kebijakan bank sentral, dan mereka akan menerapkannya sesuai dengan kebutuhan pada waktunya,” kata Purbaya saat berada di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/11/2025).

- Advertisement -

Menurutnya, pemerintah tidak memiliki rencana untuk mendorong pelaksanaan redenominasi dalam jangka pendek.

“Tidak tahun depan, saya tidak tahu. Itu bukan urusan Menteri Keuangan, tapi kewenangan bank sentral,” ujarnya.

Sebelumnya, isu redenominasi sempat mencuat setelah munculnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan Tahun 2025–2029, yang mencantumkan rencana penyederhanaan nominal rupiah, misalnya dari Rp1.000 menjadi Rp1.

- Advertisement -

Namun, Purbaya memastikan bahwa regulasi tersebut hanya bersifat perencanaan jangka panjang, bukan implementasi kebijakan dalam waktu dekat.

Selain menyinggung isu redenominasi, Menkeu juga memaparkan arah kebijakan ekonomi pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Ia optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat menembus 6 persen pada 2026, dan terus meningkat hingga 7–8 persen dalam beberapa tahun mendatang.

“Saya sosialisasi kebijakan pemerintah dalam langkah-langkah kita ke depan untuk memastikan ekonomi bisa tumbuh lebih cepat. Nanti ada suatu saat, mungkin beberapa tahun lagi, bisa mencapai 8 persen. Yang jelas, tahun depan kita capai 6 persen, dan tahun-tahun berikutnya bisa lebih cepat lagi. Tahun keempat mungkin sekitar 6–7 persen. Jadi, kita akan dorong ke arah sana,” ujarnya.

Purbaya menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mendukung keberlanjutan pembangunan ekonomi nasional. Ia berharap mahasiswa memahami arah kebijakan ekonomi pemerintah dan tetap optimistis terhadap masa depan perekonomian Indonesia.

“Jadi, mahasiswa, kita edukasi sedikit. Apa yang dikerjakan oleh pemerintah, kenapa mereka harus optimis, dan apa langkah-langkah saya untuk memastikan percepatan ekonomi betul-betul terjadi,” katanya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Dito Ariotedjo Diperiksa KPK Terkait Korupsi Kuota Haji

JCCNetwork.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji tahun...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER