JCCNetwork.id- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melaporkan perkembangan signifikan dalam program rumah subsidi nasional saat menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Maruarar menyampaikan bahwa hingga akhir Oktober 2025, sebanyak 205 ribu unit rumah subsidi telah terserap dari total kuota 350 ribu unit, atau lebih dari separuh target nasional.
“Kami sampaikan bahwa rumah subsidi juga dari kuotanya 350 ribu juga terserap cukup banyak, per hari ini sekitar 205 ribu” ujar Maruarar kepada wartawan usai rapat.
Menteri PKP menambahkan, Presiden Prabowo menekankan agar kebijakan perumahan benar-benar berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Salah satu langkah strategis pemerintah adalah pembebasan biaya perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) serta biaya persetujuan bangunan gedung (PBG), yang sebelumnya dikenal sebagai IMB.
“BPHTB biaya perolehan tanah bangunannya, yang tadinya bayar jadi gratis. Kemudian, juga PBG-nya, persejuan bangunan gedung, dulu namanya IMB, sekarang namanya PBG, itu juga sudah gratis, itu berjalan, dan dimonitor, dibantu oleh Bapak Mendagri,” jelas Maruarar.
Selain itu, Maruarar menegaskan bahwa bunga rumah subsidi tetap dipertahankan pada level 5 persen. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah menjaga keterjangkauan rumah bagi rakyat.
“Kemudian juga rumah subsidi, bunganya tidak naik, sebagai wujud kebijakan Presiden Prabowo yang perlu rakyat, yaitu tetap 5 persen,” tegasnya.



