JCCNetwork.id- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sumedang menggelar razia gabungan di blok hunian Brantas pada Jumat malam (10/10), sebagai langkah pengawasan terhadap peredaran barang terlarang di dalam lapas.
Razia dilakukan bersama aparat penegak hukum (APH), antara lain Subdenpom Sumedang, Polsek Sumedang Selatan, dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumedang.
Kegiatan ini juga melibatkan pejabat struktural dan petugas pengamanan Lapas.
“Kegiatan ini bertujuan meminimalisir peredaran serta kepemilikan barang terlarang seperti handphone, narkoba, senjata tajam, dan instalasi listrik ilegal,” jelas Kepala Lapas Sumedang, Ratri Handoyo Eko Saputro, di lokasi.
Kepala Lapas Sumedang, Ratri Handoyo Eko Saputro, menyatakan razia difokuskan untuk mengidentifikasi barang-barang yang tidak sesuai dengan ketentuan, termasuk telepon seluler, narkoba, senjata tajam, dan instalasi listrik ilegal.
Dari hasil penggeledahan, tim menemukan sejumlah barang terlarang non-narkotika, di antaranya tiga sikat gigi, dua uang koin pecahan Rp500, satu pulpen, satu pisau cukur, satu korek gas, satu gelas kaca, satu ikat pinggang besi, satu botol parfum kaca, lima lembar ampelas, 12 paku, dan dua sendok aluminium.
Tidak ditemukan adanya narkoba maupun ponsel dalam penggeledahan tersebut.
Selain itu, petugas juga melakukan tes urine terhadap dua pegawai Lapas dan enam warga binaan.
Hasil tes menunjukkan seluruh sampel negatif dari zat narkotika.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Boy Naldo Gultom, menegaskan kegiatan ini merupakan upaya penegakan disiplin serta pencegahan dini terhadap potensi pelanggaran di dalam lapas.
“Razia rutin dan tes urine ini adalah upaya pencegahan dini serta penegakan disiplin, agar Lapas tetap tertib dan bebas dari pelanggaran,” kata Boy.
Seluruh barang temuan telah diinventarisasi dan akan dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku.
Hasil kegiatan dilaporkan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat sebagai bagian dari pengawasan internal.
Kalapas Ratri menyatakan razia serupa akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk sinergi dengan aparat keamanan untuk menjaga Lapas Sumedang tetap aman dan bersih dari barang terlarang.
“Kami ingin memastikan bahwa Lapas Sumedang tetap menjadi tempat pembinaan yang aman, tertib, dan bersih dari barang-barang terlarang,” pungkasnya














