JCCNetwork.id- Gunung Marapi, yang terletak di perbatasan Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, kembali mengalami erupsi pada Kamis (9/10/2025). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat letusan terjadi pada pukul 12.18 WIB dengan kolom abu setinggi 1.500 meter dari puncak kawah.
“Telah terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 12.18 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak gunung,” kata Petugas Pos Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi di Padang, Kamis, 9 Oktober 2025, melansir Antara.
Petugas Pos Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi, menjelaskan kolom abu berwarna kelabu pekat dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur laut.
Status Gunung Marapi masih berada di Level II atau Waspada. PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat, wisatawan, maupun pendaki agar tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek.
Selain itu, PVMBG mengingatkan ancaman potensi lahar dingin yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat musim hujan. Tumpukan material erupsi di puncak gunung berpotensi terbawa aliran air hujan dan menimbulkan banjir lahar dingin di sepanjang sungai yang berhulu dari Marapi.
Di samping itu, warga juga diimbau untuk mengantisipasi hujan abu dengan menggunakan masker penutup hidung dan mulut agar terhindar dari risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik bisa memburuk jika tidak diantisipasi dengan perlindungan yang memadai.
PVMBG dan PGA Marapi menegaskan pihaknya terus memantau aktivitas gunung secara intensif. Aparat daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat juga telah menyiapkan langkah mitigasi jika erupsi kembali meningkat.
Gunung Marapi merupakan salah satu gunung api aktif di Sumatra Barat yang kerap mengalami erupsi dalam skala kecil hingga sedang. Dengan letusan terbaru ini, otoritas kembali mengingatkan bahwa risiko bencana sekunder seperti banjir lahar dingin tidak boleh dianggap sepele.



