Hamas dan Israel Siap Berunding di Mesir, AS Desak Kesepakatan Damai Segera

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Kelompok pejuang Palestina, Hamas, menyatakan kesiapan untuk berunding dengan Israel dalam upaya mengakhiri konflik berkepanjangan di Jalur Gaza dan membebaskan para sandera yang tersisa.

Delegasi Hamas tiba di Mesir pada Minggu (5/10/2025) menjelang dimulainya perundingan yang dimediasi oleh Amerika Serikat.

- Advertisement -

Negosiasi yang akan digelar di Sharm el-Sheikh, Mesir, merupakan bagian dari rencana perdamaian 20 poin yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Rencana tersebut mencakup penghentian perang yang telah berlangsung hampir dua tahun, pembebasan sandera, serta penentuan masa depan Gaza.

Menteri Urusan Strategis Israel Ron Dermer dijadwalkan memimpin delegasi Israel dalam perundingan yang dimulai Senin (6/10/2025). Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa hari-hari mendatang akan sangat menentukan arah pembicaraan.

- Advertisement -

“Kita akan segera tahu apakah Hamas serius atau tidak berdasarkan bagaimana perundingan teknis ini berjalan dalam hal logistik,” kata Rubio dalam wawancara dengan NBC News, merujuk pada pembebasan 48 sandera yang masih berada di Gaza, dengan 20 di antaranya dilaporkan masih hidup.

Presiden Trump mengungkapkan bahwa negosiasi berlangsung cepat dan tahap pertama dari rencana tersebut—yakni pertukaran sandera dengan tahanan Palestina—diharapkan selesai minggu ini.

“Saya meminta semua pihak untuk bergerak cepat,” ujar Trump melalui unggahan di media sosialnya, dikutip Reuters, Senin (6/10/2025).

Delegasi Hamas dipimpin oleh Khalil Al-Hayya, pemimpin Hamas di Gaza yang saat ini berada di pengasingan.

Ini merupakan kunjungan pertama Hayya ke Mesir sejak selamat dari serangan udara Israel di Doha, Qatar, bulan lalu. Dalam perundingan ini, perwakilan dari Amerika Serikat dan Qatar juga turut ambil bagian.

Trump menyatakan bahwa Hamas telah menerima beberapa elemen penting dalam rencana tersebut, termasuk pembebasan sandera.

Namun, kelompok itu masih menolak beberapa poin, salah satunya pelucutan senjata. Meski begitu, Trump tetap menyambut baik respons Hamas dan menyebutnya sebagai “tanda kesiapan untuk perdamaian abadi.”

Meski proses diplomasi berjalan, Presiden Trump mendesak Israel untuk menghentikan pengeboman di Gaza. Namun hingga kini, serangan militer Israel masih terus berlanjut.

Serangan Israel Tak Surut, Korban Sipil Terus Bertambah

Di tengah upaya diplomatik tersebut, militer Israel terus menggempur berbagai wilayah di Gaza pada Minggu (5/10/2025).

Serangan udara dan artileri dilaporkan menghantam sejumlah target di Jalur Gaza, menyebabkan sedikitnya 19 orang tewas, menurut otoritas kesehatan setempat.

Empat korban tewas tercatat saat tengah mencari bantuan di wilayah selatan Gaza, sementara lima lainnya meninggal akibat serangan udara di Kota Gaza pada sore hari.

“Kami mendengar kabar tentang rencana perdamaian, tetapi kami tidak melihat perubahan apa pun di lapangan,” kata Ahmed Assad, seorang pengungsi Palestina di Gaza Tengah. “Kami tidak tahu harus berbuat apa. Haruskah kami tetap tinggal? Haruskah kami pergi?”

Konflik di Gaza meletus sejak serangan mendadak Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 lalu yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang, menurut data pemerintah Israel.

Sebagai balasan, serangan Israel ke Gaza hingga kini telah menewaskan lebih dari 67.000 orang, mayoritas adalah warga sipil, berdasarkan catatan otoritas kesehatan Gaza.

Perkembangan perundingan di Mesir akan menjadi sorotan dunia, seiring harapan tercapainya gencatan senjata dan solusi jangka panjang atas krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di wilayah tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Warga Binaan Lapas Kerobokan Tampil Kreatif di Hari Kartini 2026

JCCNetwork.id- Peringatan Hari Kartini 2026 dimanfaatkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II-A Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali, untuk memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER