Stok Beras Aman, Bulog Tegaskan Tak Hentikan Pembelian Petani

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Perum Bulog menegaskan tetap melakukan penyerapan gabah dan beras petani, menepis isu yang beredar soal penghentian pembelian. Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, menegaskan, perusahaan negara itu secara konsisten menjalankan penyerapan gabah dan beras sesuai penugasan pemerintah, sekaligus melakukan pembelian melalui skema komersial.

“Prinsipnya, untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP), Bulog bekerja berdasarkan regulasi dan penugasan pemerintah. Namun di luar itu, penyerapan gabah dan beras tetap berjalan melalui skema komersial,” jelas Prihasto, Kamis (11/9/2025).

- Advertisement -

Menurut Prihasto, mekanisme penyerapan di skema komersial menyesuaikan dengan kebutuhan pasar, baik dari sisi jenis, kualitas, maupun kuantitas beras.

Selain itu, Bulog mengoperasikan Sentra Penggilingan Padi (SPP) di 10 wilayah di Indonesia, termasuk Subang, Karawang, Sragen, Kendal, Bandar Lampung, Bojonegoro, Banyuwangi, Magetan, Jember, dan Sumbawa.

SPP ini berperan menyerap gabah sesuai standar kualitas untuk menghasilkan beras premium maupun sesuai preferensi konsumen.

- Advertisement -

“Dengan demikian, Bulog masih aktif menyerap gabah maupun beras. Perbedaannya hanya pada skema; CBP mengikuti regulasi pemerintah, sedangkan komersial menyesuaikan dinamika pasar,” tambah Prihasto.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah menunjukkan tren penurunan harga beras di pasar.

Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras menurun dari 214 dua pekan lalu menjadi 100 kabupaten/kota saat ini. Sebaliknya, daerah yang mengalami penurunan harga beras meningkat dari 58 menjadi 105 kabupaten/kota.

Perum Bulog saat ini menguasai stok beras nasional sebesar 3,9 juta ton, di mana 75 persen merupakan hasil pengadaan dalam negeri, sedangkan sisanya berasal dari impor beras sesuai penugasan pemerintah pada akhir 2024.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Mokhamad Suyamto, menambahkan, seluruh stok beras dijaga secara ketat agar tetap memenuhi standar kualitas dan layak konsumsi.

Suyamto menyebutkan, sebagian kecil beras, kurang dari 0,1 persen, menjalani proses reproses untuk menjaga kualitas. Pemeliharaan beras dilakukan secara berkala melalui mekanisme Pengelolaan Hama Gudang Terpadu (PHGT).

“Langkah ini memastikan Bulog tetap berpihak pada petani sekaligus menjaga ketersediaan dan harga beras bagi masyarakat,” tegasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

TNI AD Kirim 104 Perwira Ikuti Pendidikan Militer di Pakistan

JCCNetwork.id- TNI Angkatan Darat mengirimkan sebanyak 104 perwira infanteri untuk mengikuti program pendidikan kepemimpinan di Pakistan. Program ini ditujukan untuk mempersiapkan calon komandan batalyon...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER