JCCNetwork.id- Nama Evan Dimas kembali mencuat, bukan karena berseragam Timnas Indonesia, melainkan lantaran kini ia tampil di ajang sepakbola kampung atau Tarkam. Padahal, Evan Dimas pernah menjadi bintang muda yang diharapkan menjadi tulang punggung Garuda.
Karier gemilangnya dimulai pada 2013 ketika ia memimpin Timnas Indonesia U-19 menjuarai Piala AFF U-19. Saat itu, Evan tak hanya menjadi kapten, tetapi juga pencetak lima gol, termasuk hattrick bersejarah ke gawang Korea Selatan U-19 yang meloloskan Indonesia ke Piala Asia U-19 2014.
Performa luar biasa itu mengantarkan Evan ke level senior. Alfred Riedl langsung memanggilnya ke Piala AFF 2014, dan Evan mencetak gol dalam kemenangan 5-1 atas Laos. Puncaknya, di Piala AFF 2016, ia berperan besar membawa Indonesia menjadi runner-up. Bahkan di era Shin Tae-yong, Evan dipercaya sebagai kapten dengan torehan lima gol dari 10 laga awal.
Namun, selepas Piala AFF 2020, nama Evan mulai menghilang dari skuad Garuda. Usai berpisah dengan Persik Kediri pada akhir 2024, ia tak lagi terikat kontrak dengan klub profesional. Kini, demi menyambung hidup, Evan memilih jalur Tarkam.
Meski tampil di laga antar kampung, bayaran yang diterima Evan terbilang tinggi. Agen pemain Tarkam, Pangestu Agung, mengungkapkan bahwa sang mantan kapten Timnas pernah dibayar hingga tiga digit saat tampil di Banjarnegara, Jawa Tengah.



