JCCNetwork.id- Sebanyak 19 Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dengan keberangkatan dari dan menuju Stasiun Gambir dialihkan hanya sampai Stasiun Jatinegara pada Kamis (28/8/2025). Kebijakan ini diterapkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta sebagai langkah antisipasi kemacetan akibat aksi demonstrasi besar-besaran yang digelar aliansi buruh di Jakarta.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan rekayasa pola operasi tersebut bersifat sementara dan hanya berlaku untuk hari ini. Menurutnya, keputusan ini diambil demi memastikan kelancaran perjalanan penumpang di tengah situasi lalu lintas ibu kota yang diprediksi padat.
“Rekayasa pola operasi ini bersifat sementara dan berlaku untuk perjalanan KA pada Kamis, 28 Agustus 2025. Dengan begitu, masyarakat memiliki pilihan titik keberangkatan yang lebih dekat dan strategis, terutama bagi yang berasal dari arah timur Jakarta,” kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko di Jakarta, Kamis (28/8).
Adapun 19 kereta yang terdampak perubahan pola operasi ini terdiri dari keberangkatan tujuan Surabaya, Solo, Yogyakarta, Malang, Bandung, Cilacap, Semarang, dan Cirebon. Di antaranya adalah KA Argo Semeru, KA Taksaka, KA Purwojaya, KA Argo Bromo Anggrek, KA Argo Dwipangga, KA Gunung Jati, KA Batavia, KA Sembrani, KA Manahan, KA Cakrabuana, KA Brawijaya, KA Bima, dan KA Gajayana. Selain keberangkatan, sejumlah KA dengan tujuan akhir Stasiun Gambir juga akan diarahkan berhenti di Jatinegara.
Kebijakan ini bertepatan dengan aksi serentak yang digelar Partai Buruh dan aliansi serikat pekerja. Berdasarkan keterangan resmi, sekitar 10 ribu buruh dari Karawang, Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, dan DKI Jakarta diperkirakan memadati kawasan DPR RI hingga Istana Kepresidenan. Aksi tersebut merupakan bagian dari demonstrasi nasional yang melibatkan puluhan ribu buruh di berbagai daerah.
KAI Daop 1 Jakarta mengimbau penumpang untuk menyesuaikan waktu keberangkatan, memperhitungkan durasi perjalanan, serta memantau informasi terbaru terkait jadwal perjalanan kereta api.
Dengan adanya penyesuaian pola operasi ini, penumpang diharapkan tetap dapat melanjutkan perjalanan tanpa mengalami hambatan berarti, meskipun aktivitas transportasi di pusat ibu kota pada Kamis siang hingga malam diperkirakan cukup terganggu.
























