JCCNetwork.id-Persidangan Sean “Diddy” Combs kembali mengundang sorotan tajam usai kemunculan penyanyi R&B Cassie sebagai saksi utama pada Selasa (13/5/2025) waktu setempat.
Dalam kesaksian yang berlangsung hampir lima jam, Cassie mengungkap berbagai pengalaman mengerikan selama menjalin hubungan dengan Diddy, termasuk kekerasan fisik, tekanan psikologis, dan dugaan eksploitasi seksual yang dilakukan di bawah kendali sang produser musik tersebut.
Jaksa menghadirkan Cassie—yang memiliki nama asli Casandra Ventura—sebagai salah satu korban utama dalam kasus dugaan perdagangan seks dan praktik prostitusi terselubung yang menyeret nama Diddy. Dalam sidang, Cassie membeberkan bahwa dirinya kerap dipaksa mengikuti pesta seks bertajuk “freak offs”, yang digambarkan sebagai ajang hubungan intim dengan banyak pria dalam suasana penuh narkoba.
“Saya tidak ingin dia marah. Saya takut membuatnya menyesal telah membuka diri kepada saya,” ucap Cassie sambil menahan tangis di hadapan hakim, dikutip dari kantor berita AP, Rabu (14/5/2025).
Cassie menjelaskan bahwa Diddy mengontrol hampir seluruh aspek kehidupannya, mulai dari karier, tempat tinggal, hingga aktivitas seksual.
Ia menyebut sering kali dipaksa melakukan hubungan seksual dengan pria bayaran di bawah pengaruh zat adiktif demi memenuhi fantasi seksual Diddy, bahkan dalam keadaan tubuh dilumuri minyak bayi agar terlihat berkilau.
Pesta “freak offs” yang disebutnya sebagai “pekerjaan” itu berlangsung hampir setiap minggu selama satu dekade. Dalam beberapa kesempatan, ia mengaku harus berhubungan seksual selama dua hingga empat hari berturut-turut sambil terus mengonsumsi ekstasi dan narkoba lainnya. Setelahnya, Cassie hanya diberi waktu untuk “memulihkan diri”.
Dalam sidang, jaksa juga menghadirkan rekaman CCTV dari sebuah hotel yang memperlihatkan tindakan kekerasan Diddy terhadap Cassie pada 2016. Dalam video tersebut, Diddy tampak memukul dan menyeret tubuh Cassie. Rekaman itu diputar sebanyak lima kali di ruang sidang dan dijadikan bukti kunci oleh pihak penuntut.
Jaksa menuding Diddy membangun “kerajaan penyimpangan” berbasis ketenaran dan kekayaan, di mana ia diduga memaksa perempuan-perempuan tertentu untuk ikut serta dalam praktik seksual yang abusif. Sementara tim kuasa hukum Diddy membantah seluruh dakwaan dan mengklaim bahwa semua hubungan yang terjadi bersifat sukarela.
Cassie yang kini tengah hamil anak ketiganya tampak beberapa kali menyentuh perutnya selama memberikan keterangan. Ia didampingi suaminya, Alex Fine, dan dijadwalkan kembali hadir di persidangan pada hari Rabu untuk menghadapi pertanyaan dari tim pembela Diddy.
Sejak ditahan pada September 2024 lalu, Diddy (55) kini menghadapi ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup apabila dinyatakan bersalah. Meski begitu, ia terlihat tenang sepanjang persidangan, hanya sesekali berkomunikasi dengan tim pengacaranya. Dalam jeda sidang, ia sempat melambaikan tangan dan membuat simbol hati kepada putrinya serta meniupkan ciuman ke arah ibunya.
Cassie diketahui sempat menggugat Diddy pada tahun 2023 atas dugaan kekerasan berulang selama bertahun-tahun. Gugatan tersebut memang diselesaikan secara tertutup, namun sejak itu muncul puluhan laporan serupa dari perempuan lainnya yang mengaku pernah mengalami pelecehan dari Diddy.
Cassie juga mengungkap bahwa saat pertama kali bertemu Diddy di usia 19 tahun, ia masih polos dalam hal pengalaman seksual. Namun, saat berusia 22 tahun, ia dibawa ke pesta seks pertamanya di kediaman Diddy di Los Angeles. Ia mengaku merasa terhina dan bingung, tapi berusaha meyakinkan diri bahwa semua itu dilakukan atas nama cinta.
Ketika ditanya berapa kali ia mengalami kekerasan fisik dari Diddy, Cassie hanya menjawab, “Terlalu banyak untuk dihitung.”
Kini, di usia 38 tahun, Cassie berharap kesaksiannya bisa menjadi titik balik bagi perempuan-perempuan lain yang pernah mengalami hal serupa. Ia ingin keadilan ditegakkan dan siklus kekerasan yang selama ini tersembunyi di balik gemerlap dunia hiburan bisa terputus.
Sidang terhadap Sean “Diddy” Combs masih akan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan, dengan kesaksian lanjutan dari sejumlah korban lain yang disebut-sebut mengungkap fakta yang lebih mengerikan. Perhatian publik kini terpusat pada sejauh mana pengadilan akan membongkar kebenaran di balik sosok produser legendaris yang selama ini dikenal publik lewat karya-karya musiknya.























