JCCNetwork.id- Pemakaman Paus Fransiskus digelar hari ini, Sabtu (26/4/2025), dalam sebuah prosesi kenegaraan dan keagamaan yang dihadiri puluhan ribu pelayat serta para pemimpin dunia. Upacara pemakaman berlangsung di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, pukul 10.00 waktu setempat, sebelum jenazah dibawa menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma.
Kepala Dewan Kardinal, Giovanni Battista Re, memimpin langsung prosesi pemakaman yang dimulai dengan misa dan doa bersama di hadapan umat Katolik dari berbagai negara. Lebih dari 50 kepala negara dan kepala pemerintahan hadir dalam upacara tersebut, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump yang tiba di Roma pada Jumat malam. Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Presiden Argentina Javier Milei, serta Putra Mahkota Kerajaan Inggris Pangeran William turut menghadiri prosesi duka itu.
Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Trump dijadwalkan hadir di Basilika Santa Maria Maggiore pada Sabtu pagi, sebagai bentuk penghormatan langsung kepada mendiang Paus Fransiskus.
Menurut pernyataan resmi dari Pemerintah Takhta Suci Vatikan, sekitar 250.000 umat telah memberikan penghormatan terakhir selama tiga hari persemayaman jenazah Paus di Basilika Santo Petrus, yang berakhir Jumat (25/4) malam.
Berbeda dari tradisi para pendahulunya yang dimakamkan di Basilika Santo Petrus, Paus Fransiskus memilih Basilika Santa Maria Maggiore sebagai tempat pemakamannya. Keputusan ini diambil berdasarkan wasiat pribadi yang disampaikan jauh sebelum wafat. Basilika Santa Maria sendiri memiliki nilai spiritual mendalam bagi Paus Fransiskus yang kerap mengunjungi tempat suci itu sejak awal masa kepausannya.
Setelah upacara resmi di Vatikan, jenazah Paus Fransiskus dibawa dengan iring-iringan kendaraan menuju Basilika Santa Maria. Prosesi dilakukan dengan kecepatan rendah agar masyarakat Roma dapat memberikan penghormatan di sepanjang jalan.
Paus Fransiskus wafat pada Senin, 21 April 2025, di usia 88 tahun di kediamannya di Vatikan City. Ia meninggal akibat stroke dan komplikasi gagal jantung. Paus Fransiskus, yang bernama asli Jorge Mario Bergoglio, merupakan paus pertama dari Amerika Latin dan pemimpin Gereja Katolik yang dikenal karena pendekatan humanis, reformis, serta keberpihakan pada kaum marginal.
Vatikan menyebut sebanyak 130 negara telah mengirimkan delegasi resmi untuk menghadiri pemakaman, menjadikannya salah satu upacara pemakaman paling besar dalam sejarah kepausan.



