JCCNetwork.id-Penyanyi pop dunia, Katy Perry, kembali membuat sejarah. Namun kali ini, bukan lewat panggung atau tangga lagu Billboard, melainkan dengan terbang ke luar angkasa. Bersama Lauren Sanchez, tunangan dari pendiri Amazon dan Blue Origin, Jeff Bezos, Perry turut serta dalam misi luar angkasa menggunakan pesawat roket New Shepard milik Blue Origin.
Peluncuran sukses dilakukan pada Senin, 14 April 2025 waktu Amerika Serikat. Katy Perry, yang kini berusia 40 tahun, menjadi salah satu dari kru yang menempuh perjalanan luar angkasa selama lebih dari 10 menit. Roket itu meluncur dari padang gurun Texas dan kapsul berawak NS-31 mendarat dengan mulus berkat sistem parasut canggih yang digunakan.
Misi ini tidak hanya mencatatkan keberhasilan teknologi, tetapi juga menciptakan sejarah. Untuk pertama kalinya, Blue Origin memberangkatkan seluruh awak perempuan dalam misi penerbangan komersialnya. Katy Perry pun mengaku bangga menjadi bagian dari misi tersebut.
‘’Saya berbicara kepada diri sendiri setiap hari, ‘Kamu berani, kamu gigih, kamu melakukan ini untuk generasi berikutnya, untuk menginspirasi banyak orang, terutama anak-anak perempuan agar mereka bisa berkata, ‘Saya akan terbang ke luar angkasa di masa depan.’ Tidak ada batasan,” kata Perry dengan penuh semangat sebelum peluncuran.
Sebelum mengudara, Perry telah menjalani pelatihan intensif di Texas. Ia bersiap menyambut momen peluncuran roket New Shepard yang dijadwalkan lepas landas pukul 08.30 pagi waktu setempat.
Hal menarik yang disebut Perry adalah adanya “tanda semesta” dalam misinya kali ini. Kapsul yang ditumpanginya bernama “Turtle,” yang secara kebetulan merupakan nama panggilan yang diberikan ibunya saat kecil. Selain itu, kapsul juga dihiasi gambar “Feather” (bulu), yang menurutnya menjadi simbol semangat dan kebebasan.
Keberhasilan Katy Perry ikut dalam misi luar angkasa turut memantik rasa penasaran publik, terutama warganet yang menyoroti kemampuannya membeli tiket perjalanan ke luar angkasa yang notabene hanya bisa diakses oleh kalangan elit dunia. Tak heran, penyanyi dengan segudang prestasi ini memang dikenal memiliki kekayaan fantastis.
Menurut laporan Celebrity Net Worth, Katy Perry memiliki kekayaan bersih sebesar 400 juta dollar AS atau sekitar Rp 6,6 triliun. Sumber kekayaannya berasal dari berbagai lini: penjualan album, tur dunia, pernak-pernik, endorsement, hingga penampilannya sebagai juri tetap di American Idol.
Bahkan, pada bulan September 2023 lalu, Perry menjual katalog lagu-lagunya kepada perusahaan Litmus Music seharga 225 juta dollar AS.
Antara tahun 2009 hingga 2014, pendapatan tahunan Perry berada di kisaran 30 hingga 50 juta dollar AS.
Kemudian pada periode Juni 2014 hingga Juni 2015, ia berhasil meraup penghasilan sekitar 135 juta dollar AS sebelum pajak dan potongan lainnya. Pendapatan signifikan juga ia kantongi antara Juni 2018 hingga Juni 2019 sebesar 60 juta dollar AS, dan di tahun berikutnya sebesar 40 juta dollar AS—25 juta di antaranya berasal dari kontraknya di American Idol.
Karier Katy Perry dimulai dari dunia musik gospel. Album debutnya dirilis pada 2001 dengan nama asli Katy Hudson. Namun, dunia baru benar-benar mengenalnya setelah lagu “I Kissed a Girl” dari album One of the Boys (2008) meledak di pasaran. Lagu dengan tema yang berani dan melodi catchy tersebut membuka jalan menuju kejayaan Perry di industri musik global.
Puncaknya terjadi pada 2010, saat ia merilis album Teenage Dream.
Album ini mencetak sejarah dengan menghasilkan lima lagu nomor satu di tangga lagu Billboard Hot 100, seperti “California Gurls,” “Firework,” hingga “Teenage Dream.” Prestasi ini menjadikan Perry sebagai artis wanita pertama dan artis kedua sepanjang sejarah setelah Michael Jackson yang berhasil meraih pencapaian tersebut.
Lebih dari sekadar suara dan lagu, daya tarik Katy Perry terletak pada visual panggung dan video musiknya yang penuh warna dan teatrikal. Ia menjadikan dirinya sebagai ikon pop yang tak hanya menghibur, tapi juga menginspirasi banyak orang.
Tak berhenti di dunia musik, Perry juga merambah dunia hiburan lain. Ia mengisi suara dalam film animasi Smurfs dan menjadi wajah penting di layar kaca melalui program American Idol. Meski mengalami naik turun dalam perjalanan kariernya, Perry tetap relevan dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Album seperti Prism (2013) dan Witness (2017) menjadi bukti evolusi musikalitasnya.
Kini, dengan keberaniannya menjelajah luar angkasa, Perry menandai babak baru dalam hidupnya—bukan hanya sebagai penyanyi pop kelas dunia, tetapi juga sebagai pelopor perempuan dalam penjelajahan ruang angkasa komersial. Melalui misi ini, Katy Perry tidak hanya menginspirasi lewat musik, tetapi juga lewat aksinya yang berani menembus langit demi membuka jalan bagi generasi masa depan.



