JCCNetwork.id- Warga di kawasan Kelurahan Sungai Meriam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, digegerkan oleh penemuan sesosok jasad pria tanpa identitas yang ditemukan dalam kondisi mengambang di perairan Sungai Mahakam, Kamis (3/4/2025).
Jasad yang mengenakan kaus hitam dan celana jeans biru itu pertama kali ditemukan oleh seorang penjaga malam (wakar) sekitar pukul 22.00 WITA. Saat ditemukan, tubuh korban telah membusuk, diduga telah meninggal dunia lebih dari 24 jam sebelum akhirnya ditemukan warga.
Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi, mengatakan pihaknya menerima laporan dari Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Kutai Kartanegara setelah mendapatkan informasi dari warga sekitar. Merespons laporan tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Balikpapan, Satpolair Polres Kukar, Polres Samarinda, serta sejumlah relawan, segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi jasad pria tersebut.
“Kami menerima laporan dari Satpolair Polres Kukar yang mendapat informasi dari warga ditemukan satu mayat pria terapung di Sungai Mahakam, kawasan Sungai Meriam. Tim SAR gabungan segera mengevakuasi jasad tersebut,” ujar Riqi kepada Beritasatu.com dari Posko SAR Samarinda, Jumat (4/4/2025) pagi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan dokumen identitas apa pun pada tubuh korban. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pria yang diperkirakan berusia sekitar 30-an tahun tersebut.
“Untuk saat ini kami belum bisa memastikan identitasnya. Proses evakuasi sudah dilakukan dari lokasi penemuan ke Posko SAR di Jalan Tongkol, Samarinda. Selanjutnya, jasad korban dibawa ke rumah sakit untuk visum,” tambah Riqi terkait penemuan jasad pria misterius di Sungai Mahakam.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mengumpulkan informasi dari masyarakat sekitar yang mungkin mengenali korban. Aparat juga akan memeriksa catatan orang hilang dari wilayah sekitar Samarinda dan Kutai Kartanegara untuk mempercepat proses identifikasi.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait penemuan jasad tersebut agar segera menghubungi kepolisian terdekat. Penyelidikan terus dilakukan guna mengetahui penyebab kematian dan kemungkinan adanya unsur tindak pidana.



















