JCCNetwork.id- Situasi panas mengguncang tubuh PDIP setelah Sekjen Hasto Kristiyanto resmi ditahan KPK. Tak lama berselang, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri langsung mengeluarkan instruksi mendadak: tunda keberangkatan para kepala daerah PDIP ke retret di Akademi Militer, Magelang.
Keputusan ini bukan tanpa alasan. PDIP menganggap penahanan Hasto bukan sekadar persoalan hukum, tapi juga peristiwa politik besar yang mengancam soliditas partai. Dengan kondisi yang genting, PDIP menilai perlu melakukan konsolidasi internal sebelum melepas kepala daerahnya ke acara tersebut.
Selain itu, PDIP juga merasa Kementerian Dalam Negeri belum memberikan informasi yang cukup jelas terkait teknis pelaksanaan retret. Di tengah ketidakpastian ini, Megawati mengambil langkah tegas: kepala daerah dari PDIP diminta tetap di wilayah masing-masing untuk langsung turun bekerja melayani rakyat.
“Pada saat kegiatan retret itu akan dilaksanakan, memang kami belum mendapatkan informasi yang lengkap tentang apa dan bagaimana kegiatan retret dari kepala daerah yang baru terpilih itu,” ujar Juru bicara PDIP Ahmad Basarah dalam konferensi pers, Selasa, 25 Februari 2025.
Meski demikian, bagi kepala daerah PDIP yang sudah terlanjur hadir di Magelang, acara tetap berjalan. Data menunjukkan, dari total 97 kepala daerah PDIP yang dijadwalkan mengikuti retret, sudah 84 orang yang hadir, termasuk nama-nama besar seperti Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo.
PDIP juga mengisyaratkan bahwa mereka yang absen kali ini masih berpeluang ikut di gelombang kedua retret yang dijadwalkan Kemendagri.



