JCCNetwork.id- Publik diguncang penilaian kontroversial dari Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) yang memasukkan Presiden Ke-7 Joko Widodo (Jokowi) ke dalam daftar finalis tokoh Kejahatan Terorganisasi dan Korupsi 2024. Keputusan ini langsung menuai reaksi panas dari berbagai kalangan, mulai dari Jokowi sendiri hingga sejumlah loyalisnya.
Menanggapi laporan itu, Jokowi tak tinggal diam. ia menyebut tudingan tersebut sebagai fitnah dan framing jahat tanpa dasar.
Sementara Koordinator Koalisi Kader Partai Golkar (KKPG), Ahmad Yani Panjaitan, menduga survei OCCRP ini sarat kepentingan tersembunyi.
Hal senada diungkapkan Ketua Umum Rampai Nusantara, Mardiansyah Semar. Ia mendesak OCCRP untuk memberi klarifikasi sekaligus meminta maaf atas framing jahat itu.
Di sisi lain, Ketua Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer, mencurigai adanya dalang di balik layar. Menurutnya, OCCRP bisa jadi proksi pihak tertentu yang sengaja ingin menjatuhkan Jokowi.
Sekretaris Jenderal Relawan Projo, Handoko, menambahkan bahwa laporan OCCRP adalah bentuk upaya framing yang tidak hanya merugikan Jokowi secara pribadi, tetapi juga mencoreng nama baik Indonesia di mata dunia.



