Ulama Banten Berkumpul Untuk Penutupan Pabrik Miras di Serang Banten

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Dalam momentum peringatan Maulid Nabi, KH. Fahaddudin, Pengasuh Majelis Ta’lim Raudhotul Muta’allimin, kembali menyampaikan tuntutan tegas terkait penutupan pabrik minuman keras (miras) merek Kawa-Kawa yang berlokasi di Kawasan Industri Halal Cikande, Serang, Banten.

Desakan ini kembali mengemuka di hadapan jamaah yang hadir dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW dengan harapan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menutup pabrik tersebut.

- Advertisement -

“Kami mendesak pemerintah daerah untuk segera bertindak melindungi masyarakat dari bahaya yang ditimbulkan oleh miras,” ujar KH. Fahaddudin dalam ceramahnya.

Ia menyuarakan keresahan yang dirasakan oleh masyarakat dan ulama Banten, terkait dampak buruk yang disebabkan oleh keberadaan PT. Balaraja Barat Indah (BBI), produsen miras merek Kawa-Kawa.

KH. Fahaddudin menegaskan bahwa miras tidak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga moral dan akhlak generasi muda. Menurutnya, keberadaan pabrik di kawasan yang seharusnya halal adalah bentuk ketidakcocokan yang nyata dengan nilai-nilai Islam.

- Advertisement -

“Ini adalah tantangan besar bagi umat Islam, dan kita wajib melawan bentuk kemungkaran seperti ini secara bersama-sama,” ujarnya.

Seruan penolakan ini mendapat sambutan luas dari masyarakat dan para ulama yang hadir. Mereka berharap suara mereka didengar oleh pemerintah dan pemangku kepentingan, agar pabrik miras tersebut segera ditutup. KH. Fahaddudin pun menegaskan bahwa perjuangan ini tidak akan berhenti sampai tuntutan tersebut dikabulkan.

“Jika pemerintah tidak segera bertindak, kami akan mengerahkan lebih banyak massa, termasuk ulama dan santri dari pondok pesantren se-Provinsi Banten. Sampai kapan pun, bahkan sampai hari kiamat, kami akan terus berjuang demi menegakkan kebenaran dan menghapus kemungkaran,” tegasnya.

Di tengah gelombang protes yang terus berlanjut, peluang untuk menemukan solusi damai melalui dialog masih terbuka lebar. KH. Fahaddudin dan ulama lainnya berharap pemerintah, pengusaha, dan masyarakat bisa duduk bersama untuk menemukan jalan keluar yang menguntungkan semua pihak, dengan tetap menjaga ketertiban dan toleransi.

Harapan besar masyarakat Banten kini bergantung pada komitmen pemerintah daerah untuk mendengar aspirasi mereka dan mengambil langkah yang diperlukan guna menjaga moral serta kesehatan warganya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Rekor Baru Ketahanan Pangan Nasional

JCCNetwork.id- Pemerintah mencatat tonggak baru dalam penguatan ketahanan pangan nasional setelah Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menembus angka lebih dari 5 juta ton pada Kamis...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER