JCCNetwork.id– Direktur P3S, Jerry Massie, menegaskan pentingnya dukungan publik terhadap Timnas Indonesia untuk memastikan tim dapat tampil di Piala Dunia, ketimbang memperdebatkan isu naturalisasi pemain. Jerry menilai naturalisasi merupakan praktik umum yang tidak melanggar aturan FIFA dan banyak digunakan oleh negara-negara top Eropa seperti Italia, Jerman, Prancis, dan Inggris.
“Contoh nyata adalah Prancis yang meraih gelar juara dunia pada 1998 dengan 17 pemain naturalisasi, serta Maroko yang melaju ke semifinal Piala Dunia dengan 14 pemain naturalisasi,” ujar Jerry, Sabtu (14/9/2024).
Jerry juga mengungkapkan bahwa di Asia Tenggara, Malaysia memiliki 14 pemain naturalisasi, sementara Australia mengandalkan 12 pemain. Ia menambahkan bahwa perbedaan dengan Indonesia adalah pemain naturalisasi di Indonesia memiliki hubungan keluarga yang kuat dengan tanah air.
“Thom Haye memiliki nenek dari Sulawesi Utara, Jordy Amat berasal dari Siau, Sulut, Shayne Pattinama memiliki ayah dari Ambon, Maluku, Calvin Verdonk ayahnya lahir di Meulaboh Aceh, dan Jay Idzes memiliki kakek dari Semarang,” paparnya.
Jerry juga mengkritik mereka yang menentang naturalisasi, menyebut bahwa kritik tersebut bisa jadi bertujuan mencari perhatian publik, ambisi politik, atau bahkan mencoba melemahkan semangat PSSI dan pemerintah dalam program naturalisasi.
“Jika Indonesia tidak memanfaatkan pemain diaspora seperti Mees Hilgers dari Manado dan Eliano Reijnder berdarah Maluku, kita akan kesulitan bersaing di tingkat Asia, bahkan ASEAN. Kita akan terus kalah dari Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Filipina,” tutupnya.



