“Masyarakat WNI diminta meningkatkan kewaspadaan, mempertimbangkan urgensi jika beraktivitas di luar rumah. Hindari kerumunan massa dan lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya demonstran,” kata Kemlu RI.
Berdasarkan data Kemlu RI, jumlah WNI di Inggris mencapai ribuan orang.
Mereka tersebar di berbagai kota-kota di negara tersebut termasuk juga dengan kota-kota yang tengah dilanda kerusuhan yang sudah terjadi sepekan belakangan ini.
- Sunderland: 18
- Manchester: 532
- Leeds: 467
- Nottingham: 290
- Bristol: 228
- Liverpool: 134
- London: 3279
Sekedar informasi, bahwa Inggris tengah bergejolak dengan kerusuhan massa.
Melansir laporan AFP, kerusuhan massa terjadi disebabkan rupor palsu terkait latar belakang remaja berusia 17 tahun yakni Axel Rudakubana.
Di mana dalam peristiwa itu Axel diduga melakukan penikaman massal di Southport, Merseyside, Senin pekan lalu (29/7/2024).
Rumor bahwa terduga pelaku merupakan imigran Muslim pun menjadi tersebar di media sosial usai insiden tersebut.
Dalam narasi yang tersebar menyulut kemarahan warga Inggris sehingga mereka menggalang aksi protes yang berujung rusuh.
Massa menargetkan masjid-masjid dan pencari suaka serta komunitas Islam di sejumlah kota-kota di Inggris.
Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer menyatakan akan menindak para perusuh dengan cepat. Sudah ratusan orang ditangkap. Starmer menyebut pelakunya adalah kelompok sayap kanan ekstrem.
























