Kejagung Awasi Tahanan Kota Korupsi Emas 109 Ton Lewat Gelang Detektor

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) Indonesia kini memanfaatkan teknologi gelang detektor untuk mengawasi lima tersangka yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi terkait tata kelola emas di PT Antam dari tahun 2010 hingga 2021.

Para tersangka yang berada dalam status tahanan kota atau tahanan rumah kini diwajibkan memakai gelang detektor sebagai bagian dari upaya pengawasan yang lebih ketat. Langkah ini mulai diterapkan pada awal tahun 2024.

- Advertisement -

“Bukanlah, gini maksudnya. Kita itu programnya itu di tahun 2024 sudah dilaksanakan di daerah-daerah juga. Nah, kan tidak harus tindak pidana korupsi. Misalnya terhadap pelaku tindak pidana umum lainnya juga dikenakan itu kalau dia yang dikenakan tahanan kota/tahanan rumah,”tegas Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar, kepada wartawan,

“Makanya saya harus cek dulu. Seingat saya, mungkin ini yang pertama untuk tidak pidana korupsi di Kejagung yang dilakukan penahanan kota. Tapi saya harus cek dulu. Makanya ini dipakaikan, ini kan baru awal, sekitar Februari lalu, jadi baru berlangsung,” ucap Harli

Menurut Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar, penggunaan gelang detektor ini adalah bagian dari program yang telah dilaksanakan secara luas di berbagai daerah. Harli menekankan bahwa teknologi ini tidak hanya digunakan untuk kasus korupsi, tetapi juga untuk tindak pidana umum di mana pelaku berada dalam tahanan kota atau tahanan rumah.

- Advertisement -

Ia menambahkan bahwa ini mungkin merupakan penerapan pertama untuk kasus korupsi di Kejagung yang menggunakan gelang detektor untuk memantau tahanan.

Gelang detektor dirancang untuk meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap tahanan, mengurangi risiko penyalahgunaan status tahanan kota atau tahanan rumah.

Harli menjelaskan bahwa perangkat ini membantu jaksa dalam memantau dan mendeteksi pergerakan tersangka, sehingga meminimalkan kemungkinan pelanggaran status.

“Secara internal ada (dasar aturan). Tapi yang pastikan ini kan untuk melakukan deteksi, pemantauan, supaya lebih efektif gitu loh. Jadi untuk memitigasi para pelaku tindak pidana yang di tahanan kota/rumah itu melakukan penyalahgunaan status itu. Kalau dari sisi SOP apa itu ada,” kata Harli.

Penerapan gelang detektor melibatkan sosialisasi dari vendor yang telah memberikan pelatihan kepada pihak terkait di berbagai daerah mengenai cara penggunaan alat tersebut.

Kejagung baru saja menambah tujuh tersangka dalam kasus korupsi ini pada 18 Juli 2024, dengan dua di antaranya ditahan di rumah tahanan dan lima lainnya dikenakan gelang detektor karena alasan kesehatan.

Gelang ini bertujuan untuk memantau pergerakan tersangka dan memastikan mereka tidak melanggar ketentuan penahanan.

“Ini kan pakai vendor, mereka sosialisasi, jadi sudah didahului sosialisasi ke daerah-daerah tentang cara penggunaannya, gitu loh,”Jelasnya.

“Dua tersangka ditahan di rutan dan lima tersangka tahanan kota karena alasan kesehatan dengan menggunakan alat detektor untuk mendeteksi/monitor mobilitas yang bersangkutan, jangan sampai ke luar kota,” ucap Kapuspenkum Kejagung Hari Siregar.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Sidang Ijazah Jokowi Picu Rekayasa Lalin

JCCNetwork.id– Penutupan sementara Jalan Dr Soemarno, Cakung, Jakarta Timur, menyusul pelaksanaan sidang dugaan pencemaran nama baik terkait polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg #shorts #trending
01:20
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg
11:25
Video thumbnail
Penantian Berbuah Manis, Nasib PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Kini Jadi Penuh Waktu #shorts#trending
01:41
Video thumbnail
Pemerintah Putuskan PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Diangkat Jadi Penuh Waktu
11:26
Video thumbnail
Lawan Mafia Beras, Mentan Amran Siapkan Hadiah Buat Warga yang Berani Lapor #shorts #trending
01:54
Video thumbnail
Mentan Amran Siapkan Hadiah bagi Warga yang Berani Laporkan Mafia Beras SPHP
08:05
Video thumbnail
Tersangka Penyadapan Prabowo Bertambah, Irjen SU Diduga Beri Izin kepada Irjen AS #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Kasus Sadap Prabowo Kian Melebar, Irjen SU Diduga Izinkan Irjen AS Lakukan Penyadapan
05:44
Video thumbnail
Detik-Detik Gubernur Sherly Tampil Cantik di Hadapan Tim Kemendagri saat Presentasi
12:28
Video thumbnail
Di Tengah Gejolak Internal Polri, Suyudi Dapat Dukungan dan Bimbingan dari Para Senior #shorts
01:28
Video thumbnail
Di Tengah Kasus Penyadapan, Suyudi Dapat Dukungan Barisan Jenderal Senior Eks Kapolri
02:32
Video thumbnail
Rocky Gerung Blak-blakan soal Penyadapan, Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Singgung Kasus Penyadapan, Rocky Gerung Sebut Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap
08:26
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini #shorts #trending
01:16
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini
08:46
Video thumbnail
Sorotai Gejolak Internal Polri, Menko Dudung Minta Masyarakat Jangan Resah #shorts #trending
01:50
Video thumbnail
Di Tengah Ramainya Isu Penyadapan dan Gejolak Polri, Ini Pesan Menko Dudung untuk Rakyat
02:11
Video thumbnail
Detik-Detik Hakim Suhartoyo Cecar Pemohon yang Tak Kenakan Toga #shorts #trending
01:48
Video thumbnail
Momen Hakim Suhartoyo Tegur Pemohon Uji UU Polri Tak Pakai Toga: Tidak Usah Ikut Sidang
09:05
Video thumbnail
Mengingat Pidato Prabowo, Pernah Singgung Pertandingan Jenderal-Jenderal #shorts #trending
01:24

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER