JCCNetwork.id- Direktur LBH Padang Indira Suryani, secara tegas menduga bahwa kematian tragis Afif Maulana (13) bisa jadi akibat dari tindakan penyiksaan oleh anggota kepolisian. Penemuan jasad Afif yang terbaring di bawah jembatan Kuranji di Padang menjadi pemicu serius dalam dugaan ini.
Menurut Suryani, bukti yang dikumpulkan menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa Afif dan teman-temannya telah mengalami perlakuan kasar sebelum meninggal.
“Kenapa kami sangat yakin kami juga bertemu dengan 5 orang di antaranya anak anak dan dua orang dewasa. Kami berjumpa dengan mereka kami menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh mereka ada yang bekas kemudian sulut rokok ada yang dilecut dengan rotan, kemudian bekas tendangan begitu. kami mengidentifikasi semua cerita mereka,” katanya dalam Konferensi pers di YLBHI Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juli 2024.
Suryani juga menyoroti kondisi tempat kejadian perkara di bawah jembatan Kuranji. Di mana air di bawah jembatan hanya sekitar 50 cm. Jika Afif jatuh atau melompat dari atas jembatan maka kondisinya bakal remuk. Namun fakta di TKP, justru kondisi mayat yang ditemukan terlentang.
“Ketika kami melihat ketinggian jembatan ke bawah kami memperkirakan bahwa kalau dia lompat atau dia jatuh dari atas jembatan maka kondisinya akan lebih remuk,” tandasnya.



