JCCNetwork.id- Pada Rabu, 26 Juni 2024, langit di atas Lanud Sultan Hasanuddin menjadi saksi sebuah pencapaian luar biasa. Lettu Pnb Fikri Hira Muzaki, penerbang muda berbakat dari Skadron Udara 11, berhasil menyelesaikan misi terbang solo pertamanya dengan pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK2, sebuah langkah besar dalam kariernya di TNI Angkatan Udara.
Di bawah pengawasan Komandan Skadron Udara 11, Letkol Pnb Andry “Stellar” Libarsyah Agung N., M.M.S., dan dengan TS-3003 yang berderu penuh tenaga, Fikri Hira Muzaki lepas landas. Langit biru Makassar menjadi arena ujian bagi kemampuannya mengendalikan jet tempur canggih ini.
Misi ini bukan sekadar ujian bagi Lettu Pnb Fikri, tetapi juga sebuah simbol kebanggaan dan bukti dari komitmen TNI AU dalam membina para penerbang muda.
“Keberhasilan terbang solo Lettu Pnb Fikri Hira Muzaki merupakan langkah awal dalam melaksanakan tugas sebagai seorang penerbang tempur. Keberhasilan dalam melaksanakan terbang solo ini bukan hanya kebanggaan bagi dirinya pribadi, tetapi juga bagi seluruh jajaran TNI AU”, Marsma TNI Bonang Bayuaji G, S.E., M.M., CHRMP., Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, yang secara langsung mengapresiasi pencapaian Fikri.
Lettu Pnb Fikri, yang merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2018, dikenal sebagai siswa transisi ke-7 yang menerima Thunder Number (TH-168). Dalam penerbangan solo ini, dia menunjukkan keterampilan dan keberanian yang telah diasah melalui latihan yang intensif. Setiap manuver yang dilakukannya di udara mencerminkan ketepatan dan kontrol yang sempurna, menegaskan kemampuannya sebagai penerbang tempur yang andal.
Komandan Skadron Udara 11, Letkol Pnb Andry “Stellar” Libarsyah Agung N., M.M.S., juga tidak ketinggalan memberikan ucapan selamat.
“Saya berharap pencapaian tersebut menjadi langkah awal dalam mengembangkan karir dan profesi sebagai perwira penerbang TNI Angkatan Udara.
Setelah berhasil mendarat dengan mulus, Fikri disambut dengan tepuk tangan meriah dan pelukan hangat dari rekan-rekannya. Keberhasilan Fikri dalam misi ini tidak hanya menambah daftar panjang pencapaian Skadron Udara 11, tetapi juga menginspirasi generasi muda yang bercita-cita menjadi penerbang tempur.
“Ini adalah momen yang sangat berharga bagi saya. Penerbangan solo ini adalah langkah awal dari perjalanan panjang dalam pengabdian saya kepada TNI Angkatan Udara,” ujarnya dengan penuh rasa bangga.



