Dilema Transaksi BBM: Klarifikasi Pertamina vs Pengakuan Pengendara

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Sebuah kejadian kontroversial terjadi di SPBU 34.16915, Jalan Akses Baru Buperta Cibubur, pada tanggal 23 Juni 2024, pukul 21.35 WIB. Seorang pengendara, yang diidentifikasi sebagai Ririn, mengklaim telah membayar Rp150 ribu untuk mengisi bahan bakar Pertalite di SPBU tersebut, namun hanya menerima pengisian sebesar Rp100 ribu.

Pengakuan Ririn viral di media sosial, namun langsung dibantah oleh PT Pertamina Patra Niaga. Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat, Muslim Dharmawan, menegaskan bahwa tidak ada transaksi sebesar Rp150 ribu seperti yang diklaim oleh Ririn. Menurut Muslim, semua transaksi tercatat dengan jelas melalui dashboard transaksi dan CCTV SPBU, dan tidak ada bukti transaksi sebesar Rp150 ribu.

- Advertisement -

“Konsumen dan pihak SPBU telah bertemu untuk menyelesaikan kesalahpahaman,” katanya dikutip.

Sementara itu, Ririn dengan tegas membantah klaim Pertamina. Dia mengklaim telah memberikan uang tunai sebesar Rp150 ribu dalam tiga lembar uang Rp50 ribu kepada petugas SPBU, namun hanya menerima pengisian sebesar Rp100 ribu.

Ririn juga menegaskan bahwa tidak ada pertemuan resmi antara dirinya dengan petugas SPBU untuk menyelesaikan kesalahpahaman, sebagaimana yang dinyatakan oleh Pertamina.

- Advertisement -

“Setelah itu, staff pertama yang melayani saya isi BBM samperin saya, kalo tidak salah namanya Syabda, dia ngaku memang sudah menerima uang Rp150 ribu, dan mau diganti pake uang dia dan dia udah buka dompet, lalu saya bilang ga usah. Saya hanya butuh itikad baik petugas yang bilang ‘cuma Rp50 ribu doang receh’ minta maaf ke saya,” tandas Ririn.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Persijap Bidik Poin di Kandang Semen Padang

JCCNetwork.id-Persijap Jepara menargetkan hasil positif saat bertandang ke markas Semen Padang FC pada pekan ke-28 Super League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Haji Agus...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER