Dolar Menguat, Sri Mulyani Soroti Beban Subsidi Energi Naik

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa pelemahan nilai tukar Rupiah berdampak signifikan terhadap beban biaya subsidi energi di Indonesia. Menurutnya, hal ini terjadi karena sebagian besar pembayaran subsidi listrik dan bahan bakar minyak (BBM) dilakukan dalam mata uang dolar AS, yang mayoritas bersumber dari impor.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024, pemerintah mengasumsikan rata-rata nilai tukar Rupiah sebesar Rp15.000 per dolar AS.

- Advertisement -

Namun, saat ini nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS mencatatkan angka di kisaran Rp16.400-an. Hal ini menyebabkan kenaikan beban biaya subsidi energi yang harus dikeluarkan oleh pemerintah, karena nilai tukar yang lebih rendah dari asumsi APBN mempengaruhi biaya konversi yang lebih tinggi.

Pelemahan Rupiah juga menjadi salah satu tantangan ekonomi yang dihadapi pemerintah dalam mengelola APBN 2024, mengingat pengaruhnya terhadap pengeluaran negara terutama dalam hal subsidi energi yang menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan energi di Indonesia.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

15 Tersangka Kerusuhan Stadion Lukmen Ditahan

JCCNetwork.id-Polres Jayapura menetapkan 15 orang sebagai tersangka dalam kasus kerusuhan yang terjadi usai pertandingan antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe,...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER