Kisah Menyentuh Hati Willy Prakarsa: Pembangunan Bangunan Majelis Taklim dan Makam Keluarga

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Di atas sebidang tanah seluas 353 meter persegi di Buaran, Serpong, Tangerang Selatan, terdapat sebuah proses pembangunan yang mengandung makna mendalam. Di balik lahan yang akan menjadi tempat bagi struktur bangunan, terselip cerita tentang pengabdian, keyakinan yang mengharukan.

Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (JARI’98), Willy Prakarsa, menjadi landasan utama di belakang pembangunan ini. Dalam rencana pembangunan tersebut, sebagian dari lahan seluas 100 meter persegi akan diwujudkan menjadi bangunan bagi Majelis Taklim yang bernama Panca Karsa. Bangunan ini akan menjadi tempat berkumpul, berdiskusi, dan berbagi nilai-nilai kebaikan bagi komunitas setempat.

- Advertisement -

Namun, di tengah semangat pembangunan yang membara, ada bagian lain dari lahan tersebut yang tak bisa dilepaskan dari perjalanan hidup dimana sebuah lahan seluas 253 meter persegi akan dijadikan tempat peristirahatan terakhir bagi keluarga.

Makam keluarga akan menjadi saksi bisu dari setiap langkah pembangunan, mengingatkan bahwa hidup dan mati adalah dua sisi dari sebuah perjalanan yang tak terpisahkan.

Dalam pembangunan ini, Willy Prakarsa tidak hanya berbicara tentang proyek fisik, namun juga tentang makna hidup itu sendiri. “Orang hidup bakal mati, jadi pentingnya mempertebal iman taqwa sabar dan ikhlas dalam menjalani proses kehidupan,” ungkapnya dengan bijak.

- Advertisement -

Baginya, kehidupan adalah perjalanan yang penuh dengan cobaan, namun juga sebuah kesempatan untuk belajar dan menikmati setiap tantangan yang diberikan.

“Hidup itu bukanlah ujian. Jadi Allah enggak menguji makhluk ciptaannya, yang tepat kalimatnya hidup banyak cobaan maka belajar cobain yang artinya hidup sampai tahapan menikmati cobaan hidup tersebut,” tutup Willy Prakarsa.

- Advertisement -

Pembangunan di atas lahan tersebut bukan sekadar tentang membangun bangunan fisik, tetapi juga tentang membangun jiwa dan makna hidup. Di antara balutan beton dan batu bata, terdapat cerita-cerita kehidupan yang menginspirasi, mengingatkan, dan merangkul makna sejati dari perjalanan manusia di dunia ini.

- Advertisement -

BERITA TERBARU

spot_img

EKONOMI

TERPOPULER