JCCNetwork.id- Sebanyak 135 calon pendaki Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta untuk turun kembali atau tidak diperbolehkan melanjutkan pendakian karena tidak memiliki tiket.
“Ada 135 calon pendaki Gunung Rinjani yang tidak memiliki tiket eRinjani tidak bisa melakukan pendakian sejak mulai dibuka awal April 2024,” kata Kepala Balai TNGR Nusa Tenggara Barat, Dedy Asriadi, Rabu (17/4/2024).
Kepala Balai TNGR Nusa Tenggara Barat, Dedy Asriadi, menegaskan bahwa tiket pendakian yang diperoleh melalui aplikasi eRinjani merupakan syarat wajib untuk melakukan pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.
“Petugas TNGR saat itu juga mengimbau calon pendaki yang tidak memiliki tiket eRinjani untuk tidak melanjutkan pendakian dan mengarahkan mereka untuk turun keluar dari Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani,” katanya.
Dedy Asriadi juga mengimbau para pencinta alam Gunung Rinjani untuk menjadi pendaki cerdas dengan memastikan memiliki tiket yang sah terdaftar di aplikasi eRinjani.
“Pastikan kita sudah memegang tiket yang sah terdaftar di aplikasi eRinjani,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga mengingatkan para pendaki untuk melakukan proses check-in dan check-out di pintu pendakian agar terdata oleh petugas, serta memastikan status di akun aplikasi eRinjani terbaca sebagai “Check-Out” untuk menghindari status “Under Blacklist”.
“Sehingga akun pendaki tidak “Under Blacklist”,” katanya.



