JCCNetwork.id- Ketua Umum Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa), Kanjeng Pangeran Norman, menyoroti undangan terbuka untuk aksi akbar Gerakan Sejuta Rakyat Turun ke Jalan yang direncanakan di Mahkamah Konstitusi.
Dalam agenda tersebut, mereka mengajak umat untuk melakukan shalat Jumat berjamaah di kawasan Jalan Merdeka Barat pada Jumat, 19 April 2024, pukul 12.00 WIB.
Aksi demonstrasi tersebut mengusung tema “Diskualifikasi 02, Tolak Pemilu Curang, dan Dukung Hakim MK”.
Norman menegaskan, “Diskualifikasi 02 engga salah tuh? Tunjukan kecurangannya dimana, penggelembungan suaranya dimana? Hakim MK jangan terpengaruh dengan tekanan yang dilakukan oleh grombolan Anies yang sangat ambisius tanpa berkaca pada diri dan kemampuannya terbatas.”
Dia juga menyoroti perbandingan antara Anies dan Ganjar sebagai yunior anak bawang dalam Pilpres, sementara Prabowo telah teruji mengikuti Pilpres sebanyak tiga kali. Untuk itu, Norman menekankan jangan peduli dengan aksi tersebut lantaran pemilih Prabowo-Gibran jauh lebih banyak jumlahnya.
“Jangan terpengaruh gerombolan Anies. Prabowo itu dipilih langsung oleh 90 juta lebih rakyat Indonesia yang berdaulat,” tandasnya.
Norman juga menyoroti dalam pamflet tersebut turut tertera adanya keterlibatan mahasiswa dalam aksi akbar Gerakan Sejuta Rakyat Turun ke Jalan untuk menolak hasil Pemilu 2024.
“Daripada demo di MK tolak hasil pemilu sebaiknya KKN di Papua sekaligus ajak kadrun. Kami siap membiayai KKN ke Papua,” tandasnya.



