JCCNetwork.id- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap fakta mengejutkan terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) jelang Pilpres 2024. Sejumlah bansos, termasuk BLT El Nino dan bantuan pangan, telah disalurkan sebelum tanggal pemungutan suara pada 14 Februari lalu.
Keputusan ini, menurutnya, diambil setelah rapat bersama Presiden Jokowi dan kementerian terkait pada tahun 2023.
“Mengenai bantuan El Nino dan pangan itu diputuskan pada ratas atau rapat intens Pak Presiden bersama beberapa menteri,” ujar Ani sapaan akrabnya saat menjadi saksi di sidang sengketa hasil Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (5/4/2024) kemarin.
Tujuan dari penyaluran bansos ini adalah untuk mengatasi dampak perubahan iklim, seperti El Nino, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sehingga diputuskan tambahan anggaran itu sejak 2023,” katanya.
“Karena dari BMKG dan BRIN sampaikan El Nino meluncur terus sampai 2024, maka bantuan pangan untuk El Nino diberikan sampai 2024 selama 6 bulan untuk cover kemungkinan terjadinya disrupsi dari sisi panen dan ketidakpastian. Itu yang bisa disampaikan mengenai bantuan pangan dan El Nino,” jelasnya.
Meskipun demikian, implementasi tambahan anggaran untuk tahun 2024 masih menunggu realisasi dari Kementerian Sosial, menciptakan ketidakpastian terkait pelaksanaannya.
“Kan ditambahkan anggarannya, namun tadi bu mensos menyatakan belum memulai. Sampai hari ini kami di Kemenkeu belum mendapatkan dokumen dari Kemensos untuk bisa mengeksekusi bantuan mitigasi pangan tersebut, jadi belum ada pelaksanaannya,” pungkas Ani.























