Puluhan Warga Dirawat Akibat Keracunan Pasca-Konsumsi Makanan Takjil

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Puluhan warga Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan takjil pada Minggu (31/3/2024) malam. Kejadian ini memicu keprihatinan di kalangan masyarakat setempat.

Menurut laporan, para korban telah dilarikan ke puskesmas dan klinik di kecamatan tersebut untuk mendapatkan perawatan medis.

- Advertisement -

Kepala Kepolisian Sektor Mayang Inspektur Satu Sugeng Romdoni, menyatakan bahwa sebanyak 43 orang korban sedang dirawat di Puskesmas Mayang, sementara 13 orang lainnya mendapat perawatan di Klinik Purwoko. Namun, penyebab pasti dari keracunan tersebut masih belum dapat dipastikan.

“Kami masih belum bisa memastikan penyebabnya. Tapi mereka semua baru makan ayam suwir dalam makanan takjil itu,” kata Sugeng dikutip.

Kepala Desa Mayang, Eli Febriyanto, menjelaskan bahwa makanan takjil tersebut dibagikan oleh warga kepada para pengguna jalan yang melintas di Desa Mayang menjelang waktu Magrib. Lebih dari 300 takjil didistribusikan di depan bekas Kantor Dinas Pendidikan Kecamatan Mayang, Jalan Tanjung Sari.

- Advertisement -

Eli menegaskan bahwa masih perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap sampel takjil di laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti dari keracunan ini.

“Ini sampel takjilnya masih harus diperiksa di labnoratorium,” katanya.

Namun, Zuniar Rahman, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa tetangganya yang memasak takjil juga mengalami keracunan. Beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah warga mengeluh sakit perut dan bahkan muntah. Hal ini menambah kompleksitas penyelidikan terhadap penyebab keracunan yang dialami oleh warga Kecamatan Mayang ini.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Dampak Tragedi Bekasi, Layanan KA Terganggu

JCCNetwork.id- Sejumlah perjalanan kereta api (KA) jarak jauh masih belum dapat dioperasikan pada Rabu, 29 April 2026, menyusul dampak kecelakaan fatal yang terjadi di...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER