JCCNetwork.id- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumumkan penambahan kuota alokasi pupuk subsidi untuk petani di seluruh Indonesia senilai Rp 28 triliun. Dengan tambahan ini, total kuota alokasi pupuk subsidi yang dialokasikan mencapai angka fantastis, mencapai Rp 54 triliun.
Keputusan ini disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel). Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Mentan Amran atas tambahan kuota pupuk subsidi ini untuk petani di wilayah tersebut.
“Kami sangat berterimakasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas tambahan alokasi pupuk bersubsidi ini. Kabar baik ini sangat ditunggu oleh para petani di Kalimantan Selatan, di dalam upaya peningkatan produksi pertanian”, ujar Syamsir, Sabtu (30/3/2024).
Syamsir menegaskan komitmen untuk segera menindaklanjuti keputusan tersebut dengan menyusun rancangan alokasi per Kabupaten/Kota sesuai dengan data E-RDKK 2024.
“Tentu segera akan kami tindaklanjuti,” ucapnya.
“Kami berharap tambahan alokasi kuota pupuk subsidi ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian mereka,” tambahnya.
Tahun 2024 ini, Kalimantan Selatan mendapat tambahan alokasi yang signifikan, dari 51.631 ton menjadi 111.316 ton, meningkat sebesar 115,6 persen. Angka tersebut terdiri dari urea yang naik dari 27.628 ton menjadi 47.224 ton (naik 70,93 persen), NPK dari 24.003 ton menjadi 51.314 ton (naik 113,78 persen), dan pupuk organik yang sebelumnya tidak ada alokasi menjadi 12.778 ton.
“Tentu saja penambahan alokasi kuota pupuk subsidi ini harus menjadi pelecut bagi kita semua untuk terus bergerak maju bagi pertanian Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan,” tutur Syamsir.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut, Muhammad Faried Widyatmoko, juga menyambut antusias penambahan alokasi pupuk subsidi yang digelontorkan oleh Mentan Amran.
Mengingat pentingnya pupuk sebagai sarana produksi, tambahan kuota ini juga sangat membantu Program Peningkatan Indeks Pertanaman Padi di Kabupaten Tanah Laut, dari IP 100 ke IP 200 untuk 11.000 Ha di tahun 2024 ini.”
Dengan tambahan kuota pupuk subsidi ini, ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut semakin terjaga, tambah Muhammad Faried.
Keputusan penambahan alokasi kuota pupuk subsidi ini merupakan hasil dari berbagai pertemuan dan rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo dan para Menteri, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Dengan penambahan anggaran ini, alokasi pupuk mencapai 9,55 juta ton dan telah resmi diputuskan melalui surat Menteri Keuangan Nomor S-297/MK.02.2024.
Adapun volume pupuk subsidi tahun 2024 mencakup pupuk kimia dan organik untuk 9 jenis komoditas seperti padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi, dan kakao, guna mendukung pertanian Indonesia secara menyeluruh.



