Rusia Tawarkan Kesempatan Emas bagi Indonesia dalam Pemanfaatan Teknologi Nuklir

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Jakarta – Duta Besar RI untuk Rusia, Jose Tavares, menegaskan Moskow sebagai mitra strategis bagi Indonesia dalam mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Tavares menjelaskan bahwa BUMN energi nuklir Rusia, Rosatom, telah menawarkan kerja sama yang potensial, terutama dengan penawaran PLTN terapung yang sesuai dengan karakteristik negara kepulauan seperti Indonesia.

- Advertisement -

“Rusia bisa berperan besar di Indonesia. Kalau mau bekerja sama dengan Rusia, inilah saatnya,” ungkap Tavares di Moskow pada Kamis (28/3), dalam rangkaian pameran dan forum industri nuklir global ATOMEXPO 2024.

Meski demikian, pemanfaatan teknologi nuklir masih menuai kontroversi di Indonesia terkait aspek keamanan.

Tavares meyakini Rusia telah mengambil pelajaran berharga dari tragedi Chernobyl dan Fukushima, memperkuat lapisan keamanan teknologi nuklir mereka.

- Advertisement -

“Sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi, mereka sudah berlapis-lapis keamanan nuklirnya,” tambahnya.

Tavares menekankan perlunya Indonesia maju dalam kerja sama energi nuklir untuk mencapai target transisi energi dan nol emisi karbon.

Dia merujuk pada langkah serupa yang diambil tetangga terdekat Indonesia, seperti Myanmar dan Filipina, yang juga melirik pemanfaatan nuklir.

Turki dan Bangladesh bahkan telah memulai pembangunan PLTN melalui kerja sama dengan Rusia, menjadi contoh nyata keberhasilan kolaborasi tersebut.

Mengingat sejarah kerja sama positif antara Indonesia dan Rusia, Tavares menegaskan Rusia sebagai mitra yang lebih baik dalam hal transfer teknologi, seperti yang telah terbukti lewat pendirian PT Krakatau Steel pada tahun 1960-an.

“Rusia lebih lugas dan terus terang ketika bernegosiasi,” ujarnya.

Selain itu, Rosatom juga telah menawarkan beasiswa bagi 30 orang ahli nuklir Indonesia, menunjukkan komitmen mereka untuk mendidik dan memperkuat kapasitas lokal.

“Pertanyaannya, apakah kita tertarik memanfaatkan tawaran itu? Itu tergantung Jakarta, tapi Rusia menurut saya lebih bagus karena semuanya straightforward,” tegas Dubes Tavares.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Dua Kali Mangkir, Fitri Terancam Dijemput Paksa KPK

JCCNetwork.id-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan langkah jemput paksa terhadap Fitri Assiddikki setelah yang bersangkutan kembali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi dalam penyidikan dugaan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER