JCCNetwork.id- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken menegaskan bahwa fentanil tetap menjadi ancaman utama bagi generasi muda Amerika dan bahwa pemberantasan narkoba merupakan prioritas utama pemerintahan Joe Biden.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Wina pada Jumat (14/3/2024), yang dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Austria Alexander Schallenberg.
Blinken mengungkapkan bahwa fentanil telah menjadi “pembunuh nomor satu” bagi orang Amerika berusia 14 hingga 45 tahun, dengan lebih dari 40 persen warga Amerika mengenal minimal satu individu yang meninggal akibat overdosis opioid.
Dia juga menyoroti dampak luas opioid sintetis, terutama fentanil, yang telah menghancurkan banyak kota dan negara bagian di AS.
“Di AS, hampir tidak ada kota, atau negara bagian yang tidak terkena dampak dan, dalam beberapa kasus, dihancurkan oleh opioid sintetis dan terutama fentanil,” tambahnya.
Pemerintah AS menekankan bahwa penanganan masalah narkoba tersebut merupakan prioritas utama. Negara tersebut saat ini menghadapi krisis narkoba sintetik yang parah, dengan overdosis fentanil menjadi penyebab utama kematian di kalangan generasi muda.
Tak henti-hentinya, Washington menuduh China sebagai pemasok terbesar obat-obatan sintetis ke AS. Fentanil, sebuah opioid sintetik yang 50 kali lebih kuat dari heroin, sebagian besar digunakan sebagai penghilang rasa sakit bagi pasien kanker.
Pernyataan Blinken menyoroti urgensi penanganan masalah narkoba sintetik, khususnya fentanil, yang membutuhkan kerjasama internasional serta upaya bersama untuk mengatasi krisis tersebut.



