JCCNetwork.id – Proses rekapitulasi suara Pemilu 2024 masih berlangsung, namun calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo-Gibran, mendominasi dengan perolehan suara 57,4 persen, dari total suara yang telah dihitung hingga pukul 00.00 WIB mencapai 63,14 persen.
Menyikapi hal ini, Pengamat Politik Jerry Massie memprediksi bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kemungkinan besar akan bergabung dengan koalisi Prabowo-Gibran.
“Memang sejauh ini belum ada pernyataan PKS akan merapat ke koalisi Prabowo. Tapi saya nilai PKS secara aspek probabilitas politik besar kemungkinan mereka merapat dan bergabung dengan koalisi Prabowo,” ujar Jerry, Sabtu (17/2/2024).
Jerry menambahkan bahwa ada dua indikator kuat yang menunjukkan PKS akan bergabung dengan koalisi Prabowo-Gibran.
Pertama, PKS selalu mendukung Prabowo dalam pemilihan presiden sebelumnya, dan hubungan antara Gerindra dan PKS terjalin baik.
Faktor kedua adalah hubungan dengan SBY dan Partai Demokrat.
“Saya pikir PKS pernah masuk kabinet SBY saat mereka berkoalisi pada 2004 silam. Apalagi sebelum hengkang bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Demokrat terlihat mesra di koalisi Perubahan,” Kata Jerry.
Direktur P3S ini juga menyebut PKS dan Jokowi juga punya kenangan indah saat bersama-sama menjadi koalisi saat ayah kandung Gibran tersebut menjadi Wali Kota Surakarta beberapa waktu silam.
“Saya yakin Gibran juga akan legowo apalagi Jokowi,” kata Jerry.
Direktur P3S ini juga menyebutkan kemungkinan Partai Nasdem akan turut bergabung dalam koalisi Kertanegara.
“Kalau PKB potensi koalisi kecil kemungkinan lantaran Cak Imin yang meninggalkan Prabowo sebelum berduet dengan Anies,” ujarnya.
Menurut Jerry, kemungkinan masuknya PKS dan Partai Nasdem ke dalam koalisi akan mengulang koalisi tamhun 2019, di mana ada sembilan partai politik yang bergabung ke dalam koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin.
“Bisa jadi koalisi gemuk seperti 2019 lalu,” ujarnya.
Terkait nasib PDI Perjuangan, Jerry memprediksi bahwa partai tersebut akan menjadi oposisi bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP), terutama jika PPP mendapatkan persentase suara sebesar 4 persen.
“Kalau PPP PT 4 persen maka kemungkinan mereka akan bersama PDIP sebagai oposisi,” ujarnya.



