JCCNetwork.id – Menko Polhukam, Mahfud MD buka suara terkait pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tentang mencari pemimpin yang akan melanjutkan estafet kemepimpinan.
Mahfud tak begitu mempersoalkan statement atau pernyataan yang disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit tersebut.
Menurutnya, pernyataan itu adalah wajar dan benar adanya terkait estafet kepemimpinan melalui Pemilu 2024.
Pasalnya, memang pemilu adalah momentum dan hak warga negara memilih serta menentukan siapa pemimpin selanjutnya yang akan memimpin NKRI.
“Ya, itu enggak apa-apa. Kita semua akan melanjutkan kan, tidak akan membubarkan negara,” kata Mahfud dalam keterangannya yang dikutip JCCNetwork.id, Sabtu (13/1/2024).
“Ya, memang itu kan? Ini sedang mencari estafet kepemimpinan. Tiap lima tahun, pemimpin itu perlu dievaluasi. Kalau sudah dua periode, harus diganti. Lalu, rakyat mencari. Kan sudah benar kapolri, iya kan? Estafet kepemimpinan itu,” sambungnya.
Sebelumnya, pernyataan Kapolri itu ia sampaikan saat acara perayaan Natal 2023 di Mabes Polri di Jakarta, Kamis (11/1/2024) lalu.
Listyo Sigit mengatakan bahwa melalui Pilpres 2024 dicari pemimpin yang bisa melanjutkan estafet kepemimpinan.
“Yang kita cari adalah pemimpin yang bisa melanjutkan estafet kepemimpinan. Bukan karena perbedaan, akhirnya bukan pemimpin yang kita cari, tetapi yang kita pelihara perbedaan terus dan kemudian yang kita peroleh adalah konflik,” kata Sigit.
Respon Warganet ke Kapolri Listyo Sigit
Sontak pernyataan Kapolri itu pun menjadi sorotan dan menuai beragam komentar dari masyarakat di media sosial menjelang masa pencoblosan 14 Februari 2024 mendatang.
Sebagian warganet menilai pernyataan Kapolri tersebut menunjukan tidak netral dan cenderung berpihak ke paslon capres tertentu.
Sedangkan sebagian lainnya, turut mengapresiasi apa yang Kapolri sampaikan karena sesuai dengan keadaan yang ada yakni pemilu waktunya mengganti pemimpin negara.
“Makin menunjukkan kalau institusi di bawah kepemimpinan bapak tidak Netral!. Sudahlah lepas baju aja pak jadi tim kampanye paslon!,” tulis akun Twitter/X @Aryprasetyo85.
“Seharusnya Kapolri (Listyo Sigit Prabowo) tidak bicara soal politik praktis di saat tahapan Pilpres 2024 sedang berjalan. Sekalipun itu diucapkan untuk kalangan internal, sebab akan menuai reaksi beragam,” tambah akun @ShenoWirang.
“Dengan pernyataannya Pak Kapolri seperti itu. Gimana kita mau percaya kalau Polri akan netral di Pilpres 2024,” timpal Akun @bokulos_
“Langkah kapolri sangat tepat, polri sangat menjaga netralias,” balas akun @1kakakpertama.
“Penyampaian Kapolri tidak ada salahnya,” tambah akun lainnya.
“Menangkap makna pesan Kapolri, tidak ada unsur memihak,” jelas akun @nobitaaa27



