JCCNetwork.id- Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, sukses memperpanjang masa jabatannya untuk kelima kalinya setelah partainya, Liga Awami, memenangkan tiga perempat kursi di parlemen, demikian diungkapkan oleh pejabat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangladesh pada Senin (8/1/2024).
Namun, kemenangan ini terjadi dalam konteks pemilu yang kontroversial, dengan partai oposisi menolak mengakui hasil pemungutan suara dan menudingnya sebagai rekayasa.
Meskipun Liga Awami berhasil meraih 223 kursi, dukungan dari partai sekutu, seperti Partai Jati yang memperoleh 11 kursi, serta 61 kandidat independen, meningkatkan kendali Hasina atas parlemen menjadi lebih kuat dengan lebih dari 300 kursi.
Namun, partai oposisi, terutama Partai Nasionalis Bangladesh (BNP), mengalami penurunan jumlah anggota karena penangkapan massal, dan menolak untuk berpartisipasi dalam apa yang mereka klaim sebagai pemilihan rekayasa.
“Liga Awami telah memenangkan pemilu,” kata Moniruzzaman Talukder, sekretaris gabungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangladesh, sehari setelah pemungutan suara, Minggu (7/1/2024).
Pemerintahan Hasina telah membawa Bangladesh keluar dari kemiskinan parah menuju pertumbuhan ekonomi yang pesat. Meskipun prestasinya di bidang ekonomi diakui, kritik terhadap pemerintahannya tidak bisa diabaikan. Hasina dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat.
Sekretaris gabungan KPU Bangladesh, Moniruzzaman Talukder, menyatakan kemenangan Liga Awami setelah pemilu dan mengimbau masyarakat untuk memiliki kepercayaan pada proses demokrasi. Sementara itu, Hasina menyerukan dukungan masyarakat dan mencap partai oposisi sebagai organisasi teroris, mengundang pro dan kontra di tengah masyarakat Bangladesh.




