JCCNetwork.id – Kehadiran Presiden Joko Widodo di Hanoi, Vietnam, untuk kunjungan kerja telah menciptakan momen tak terlupakan, di mana keakraban dan kebersamaan dengan warga negara Indonesia (WNI) serta pengendara ojek online/daring (ojol) menjadi sorotan utama.
Kepresidenan Indonesia-1 tiba di Bandara Internasional Noi Bai pada Kamis sekitar pukul 14.45 waktu setempat, setelah menempuh perjalanan dari Manila, Filipina.
Momen berkesan tersebut terjadi saat Presiden Jokowi keluar dari pesawat dan disambut meriah oleh para WNI dan pengendara ojol Vietnam yang mengenakan jaket berlogo Gojek.
Video yang diunggah di akun YouTube Sekretariat Presiden Jakarta memperlihatkan suasana yang penuh keceriaan, di mana para WNI dan ojol berjoget dengan penuh semangat, menyuarakan yel-yel, dan menunjukkan pose tangan seolah sedang mengendarai sepeda motor.
Senyum lebar terpancar dari wajah Presiden Jokowi yang terlihat menikmati sambutan hangat tersebut. Tanpa ragu, beliau ikut serta dalam kegembiraan tersebut dengan bergoyang mengikuti gaya yang sama dengan para pengendara ojol. Gaya berjoget Presiden seolah menggambarkan adegan mengendarai sepeda motor, lengkap dengan memutar gas motor menggunakan kedua tangannya.
Keakraban antara Jokowi, WNI, dan ojol Vietnam menciptakan citra positif dan kedekatan emosional dengan rakyat Indonesia yang berada di luar negeri. Respons positif ini dapat dilihat dari antusiasme para WNI dan ojol yang tampak begitu bangga menyambut kedatangan Presiden.
Sebelumnya, Presiden Jokowi telah menyelesaikan perjalanan tiga jam dari Manila, Filipina, menuju Vietnam. Saat tiba di Bandara Internasional Noi Bai, Jokowi disambut oleh sejumlah pejabat tinggi Vietnam, termasuk Kepala Kantor Presiden Vietnam, Duta Besar Vietnam untuk RI, dan Wakil Menteri Luar Negeri Vietnam.
Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting dalam menjalin hubungan bilateral antara Indonesia dan Vietnam. Selain itu, kehangatan dan keakraban yang tercipta dalam momen berjoget bersama WNI dan ojol di bandara menggarisbawahi kepemimpinan yang dekat dengan rakyat yang menjadi salah satu karakteristik khas dari kepemimpinan Jokowi. Hal ini tentu memberikan dampak positif terhadap citra dan hubungan diplomatik Indonesia di mata masyarakat internasional.



