JCCNetwork.id- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengusulkan rencana kontroversial terkait “migrasi sukarela” bagi warga Palestina di Gaza. Pernyataan ini disampaikan dalam sidang parlemen tertutup, khusus untuk anggota Partai Likud yang berkuasa.
Menurut laporan Israel Hayom, Netanyahu mengatakan, “Persoalan kita adalah negara-negara yang mau menerima (warga Gaza itu), dan kita sedang mengusahakannya”
Dalam merespons usulan tersebut, Danon mengungkapkan perlunya pembentukan komite untuk menindaklanjuti isu ini dan memastikan semua orang yang ingin pindah ke negara ketiga dapat melakukannya.
Namun, rencana ini dihadapi penolakan keras dari AS, negara-negara Arab, dan Eropa, yang telah menyatakan penentangannya terhadap segala bentuk “migrasi paksa” terhadap warga Palestina di Gaza.
Otoritas Palestina dan Hamas belum memberikan tanggapan resmi terkait usulan kontroversial ini.
Sementara itu, serangan terus berlanjut di Jalur Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober, menewaskan lebih dari 20.700 warga Palestina, sebagian besar di antaranya adalah wanita dan anak-anak, serta melukai 54.536 orang. Di sisi lain, diperkirakan sekitar 1.200 warga Israel tewas dalam serangan balasan oleh Hamas.
Dampak serangan gencar Israel terasa nyata di Gaza, dengan setengah dari perumahan di wilayah pesisir mengalami kerusakan atau hancur, sementara hampir 2 juta orang mengungsi di wilayah padat penduduk tersebut. Kekurangan makanan dan air bersih semakin memperparah krisis humaniter di Gaza.









