JCCNetwork.id- Di tengah konflik sengit di Jalur Gaza, militer Israel kabarnya tengah memompa air laut ke dalam terowongan yang diduga digunakan oleh kelompok perlawanan Palestina Hamas. Laporan terbaru menunjukkan bahwa operasi ini dimulai pada Selasa (12/12/2023) dan melibatkan pemompaan air Laut Mediterania ke dalam sistem terowongan selama beberapa minggu ke depan.
Sistem terowongan yang mencapai panjang 300 mil ini dilengkapi dengan pintu anti ledakan tebal, sedang dalam kajian oleh pihak Israel. Menurut pejabat AS yang mengikuti perkembangan ini, strategi Israel mencakup pemasangan dua pompa tambahan sebagai pelengkap lima pompa yang sudah dipasang sebelumnya pada bulan sebelumnya.
Beberapa pejabat pemerintahan AS, termasuk dalam pemerintahan Biden, menyuarakan kekhawatiran bahwa penggunaan air laut mungkin tidak efektif dan dapat membahayakan pasokan air tawar di daerah tersebut.
Israel sendiri meyakini bahwa sistem terowongan bawah tanah ini adalah kunci dari operasi Hamas, yang telah meresahkan Israel dengan serangan lintas batas. Sejak serangan pertama pada 7 Oktober, Israel telah melakukan serangan udara dan darat, serta pengepungan terhadap Jalur Gaza.
Dampaknya tragis, dengan lebih dari 18.000 warga Palestina tewas dan 50.100 lainnya terluka. Di sisi Israel, korban mencapai 1.200 orang, sementara hampir 139 orang masih ditawan oleh Hamas, menurut data resmi. Konflik ini terus memanas, meninggalkan kawasan tersebut dalam ketegangan yang mendalam.




