JCCNetwork.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah menyerahkan laporan hasil investigasi dan forensik digital terkait kebocoran data Komisi Pemilihan Umum (KPU) kepada Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri dan KPU RI. Laporan ini mencakup analisis tahap awal dari aplikasi dan server untuk mengungkap root cause dari dugaan insiden tersebut.
“Untuk update hasil investigasi dan forensik digital dugaan insiden kebocoran data KPU, pada Sabtu (2/12) pukul 11.00 WIB, BSSN telah menyerahkan laporan hasil investigasi dan forensik digital tahap awal,” kata Juru bicara BSSN Ariandi Putra dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (2/12/2023) dikutip dari Antara.
Sebelumnya, pada Rabu (29/11), Dittipidsiber Bareskrim Polri melalui patroli siber berhasil mendeteksi adanya dugaan kebocoran data pemilih di situs KPU.go.id. Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Adi Vivid A Bachtiar, menyatakan bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan KPU untuk menyelidiki dugaan tersebut.
“Laporan tersebut akan ditindaklanjuti oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Polri dari sisi penegakan hukum dan KPU sebagai penyelenggara sistem elektronik sesuai dengan kewenangannya masing-masing,” kata Ariandi.
Ariandi mengatakan dalam penanganan insiden kebocoran data KPU ini, BSSN akan melakukan sinergi dan kolaborasi bersama KPU dan Dittipidsiber Bareskrim Polri dalam rangka pengamanan siber Pemilu 2024.
Sebelumnya, Rabu (29/11), Dittipidsiber Bareskrim Polri melalui patroli siber mendeteksi adanya dugaan kebocoran data pemilih di situ KPU.go.id
Direktur Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Adi Vivid A Bachtiar mengatakan pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan KPU untuk menyelidiki dugaan kebocoran data tersebut.
“Dugaan kebocoran data KPU kami temukan dari hasil patroli siber yang dilakukan oleh anggota kami. Saat ini Team CSIRT sedang koordinasi langsung dengan KPU sekaligus melakukan penyelidikan,” kata Vivid.
Sebelumnya, perhatian publik sebelumnya tertuju pada peretas anonim bernama “Jimbo,” yang mengklaim berhasil meretas situs KPU dan mengakses data pemilih. Jimbo membagikan 500 ribu data contoh dalam satu posting di situs BreachForums. Data yang berhasil diakses mencakup informasi pribadi yang signifikan dari 204.807.203 pemilih, termasuk NIK, KK, KTP, nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, alamat lengkap, dan informasi lainnya.



