JCCNetwork.id- Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) pada Sabtu (11/11/2023) mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap situasi di Kota Gaza dan menegaskan bahwa saat ini tidak ada tempat aman di sana. Pihak OCHA juga menyerukan perlindungan yang lebih baik bagi warga sipil dan infrastruktur sipil di wilayah tersebut.
“Tidak ada tempat aman, bahkan rumah sakit dan sekolah juga tidak aman,” tulis OCHA di X.
Data dari OCHA menunjukkan bahwa 279 sekolah dan 135 fasilitas kesehatan, yang sering dijadikan tempat perlindungan, terkena dampak dan rusak dalam konflik tersebut.
Kepala bantuan PBB, Martin Griffiths, mengatakan bahwa tidak ada alasan yang bisa membenarkan serangan terhadap fasilitas layanan kesehatan, yang berdampak pada listrik, makanan, air, serta menempatkan pasien dan warga sipil dalam bahaya
“Rumah sakit harus menjadi tempat yang lebih aman dan mereka yang membutuhkan itu harus yakin bahwa rumah sakit adalah tempat berlindung dan bukan tempat perang,” katanya.
Perlu dicatat bahwa, Israel terus melakukan serangan terus berlanjut di Jalur Gaza, termasuk pada rumah sakit, tempat tinggal, dan tempat ibadah, sejak kelompok perlawanan Palestina Hamas meluncurkan serangan lintas batas pada 7 Oktober.
Data resmi menunjukkan bahwa sedikitnya 11.078 warga Palestina, termasuk ribuan anak dan perempuan, tewas akibat agresi Israel, sementara jumlah korban tewas di pihak Israel mendekati 1.200 orang.




