Prabowo Jadi Motor Politik Dinasti Jokowi?

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id– Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas mempertanyakan motif Presiden Joko Widodo (Jokowi) pertahankan kekuasaan dengan berbagai wacana yang digiring ke publik, salah satunya mendorong anak sulungnya Gibran Rakabuming Raka menjadi wakilnya Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

“Ada apa dibalik semua upaya Joko Widodo mempertahankan kekuasaannya?” tanya Fernando, dalam keterangan persnya kepada wartawan, Jumat (20/10/2023).

- Advertisement -

Fernando menyebut bahwa, Jokowi bakal pensiun dari masa jabatannya sebagai Presiden di tahun 2024, sehingga orang nomor satu RI itu mulai merancang strategi untuk melanjutkan kekuasaan dengan menunda Pemilu 2024.

“Diawali dari usaha memperpanjang masa jabatan Presiden melalui penundaan pemilu dengan berbagai alasan,” ucap Fernando.

Namun kata Fernando, opsi tersebut kandas sebab sangat bertentangan dengan aturan yang tercantum dalam Pasal 7 UUD NRI 1945 secara tegas berbunyi masa jabatan presiden dan wakil presiden maksimal hanya diperbolehkan dua periode.

- Advertisement -

Lanjut dia, Jokowi tak habis akal, sebab kembali merancang wacana presiden 3 periode yang dilakukan secara masif, serta melakukan uji materi terhadap UU No.7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang mengatur usia minimal capres dan cawapres yang akhirnya berhasil.

“Upaya tersebut masih terus berlanjut dengan membuka celah agar Gibran, putra sulung Jokowi bisa menjadi salah satu kontestan pada pilpres 2024,” jelasnya.

Direktur Rumah Politik Indonesia itu mengklaim bahwa bacapres Koalisi Indonesia Maju (KIB) Prabowo Subianto sepertinya mendukung strategi Jokowi untuk memperbesar peluangnya menjadi Presiden karena berpasangan dengan Gibran.

“Apalagi Prabowo sudah 3 kali kalah dan kalau melihat usianya, pilpres 2024 adalah kesempatan terakhirnya,” beber Fernando.

Namun ia memastikan bahwa, idealisme Prabowo menjadi presiden ditunggangi Jokowi dengan mendorong Gibran untuk bersanding dengan dirinya pada Pilpres 2024.

“Sangat mungkin kalau Prabowo berhasil memenangkan pilpres, Prabowo akan banyak dikendalikan oleh Jokowi,” jelasnya.

Ia meminta Ketum Gerindra itu mengantisipasi tujuan Jokowi sebab dibalik wacana itu terselubung maksud kotor yang bakal mempengaruhi kedudukan Prabowo di kursi kepresidenan.

“Kemungkinan Prabowo tidak akan menuntaskan masa jabatannya karena akan dicari cara agar Prabowo mundur dan tidak bisa melanjutkan masa jabatannya sehingga pemerintahan akan dilanjutkan oleh wakilnya yaitu Gibran,” paparnya.

Fernando juga menilai bahwa, bakal ada ancaman besar yang merusak tatanan berbangsa sebab keluarga Jokowi secara kasat mata ingin membuat politik dinasti di Negeri Ibu Pertiwi.

“Sangat mungkin setelah Gibran berkuasa maka akan dipersiapkan untuk kembali diwariskan kepada Kaesang,” tambahnya.

Maka itu Fernando meminta agar
masyarakat dan para pimpinan partai politik agar tidak mau menjadi kacung Jokowi.

“Semoga saja Prabowo segera menyadari bahwa ia hanya akan dijadikan kacung oleh Jokowi untuk mempertahankan kekuasaan keluarga Jokowi,” pungkasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Massa Tewaskan Terduga Maling Motor di Jaksel

JCCNetwork.id-Seorang pria yang diduga sebagai pelaku pencurian kendaraan bermotor tewas setelah diamuk massa di kawasan Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026) dini...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER