Krisis Kekeringan Ancam Tanaman di Dusun Ngaglik, Petani Minta Solusi Pemkab Sleman

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id– Sejumlah petani di RT02 /RW06 Dusun Ngaglik, Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluh akan ancaman gagal panen lantaran air selokan Mataram tak mengalir akibat ditutup.

Seorang petani Cabai Sarjiman (70) mengatakan, akibat air Selokan Mataram tak mengalir atau mati berdampak tanaman-tanaman mati kekeringan.

- Advertisement -

“Penutupan Selokan Mataram ini program pemerintah tapi harus ada solusi supaya tanaman-tanaman milik petani ngak mati,” kata Sarjiman kepada JCCNetwork.id.

Penutupan Selokan Mataram, lanjut Sarjiman, sejatinya harus dibarengi dengan adanya solusi agar seluruh tanaman petani tidak mengalami kekeringan, sebab tanaman sangat membutuhkan air dengan jumlah banyak.

“Bertani itu hidup kalo ada air, karena kalo nggak ad air itu sulit. Tanaman mati semua,” ujar Sarjiman.

- Advertisement -

Sarjiman berharap segera ada solusi dari Pemkab Sleman terkait bagaimana mengatasi kesulitan mendapatkan air untuk menyiram lahan pertanian.

“Ya kalo ada bantuan dari pemerintah, nanti dipakai bersama-sama supaya semua petani ikut rasakan bantuan dari pemerintah dan juga bantuan itu bisa buat antisipasi kekeringan nanti, bukan hanya sekarang,” ucapnya.

Sementara itu diwaktu yang sama, salah satu petani cabai,Cesar (58) mengatakan semenjak Selokan Mataram ditutup tanaman-tanaman yang baru ditanam layu dan mati kekeringan.

Padahal rata-rata petani disekitar wilayahnya baru menanam dua Minggu, sehingga risiko mati dan layu karena minimnya ketersediaan air itu sangat rentan. Apalagi ditambah musim kemarau panjang semakin mempersulit mendapatkan air dalam jumlah banyak.

“Rata-rata tanaman cabai disekitar wilayah ini bukan hanya ratusan, tapi ribuan dan banyak yang baru strat menanam, dan itu sangat butuh air dan juga banyak kolam ikan juga ikut kering,” jelas Cesar.

Cesar berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengatasi persoalan kekeringan agar petani tidak sengsara dalam menghidupkan tanaman hingga panen.

“Kami semua petani di area sini (Dusun Ngaglik) minta pemerintah bisa bantu untuk adakan sumur bor agar ketersediaan air tetap stabil dan proses tanam menanam jadi lancar tanpa hambatan,” ujar Cesar.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

47 Ormas Siap Jaga Tanah Abang

JCCNetwork.id — Sebanyak 47 organisasi kemasyarakatan (ormas) yang tergabung dalam Rumah Guyub Tanah Abang (RGT) menyatakan kesiapan membantu menjaga keamanan dan ketertiban di sejumlah...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER

Pandu Wiguna Gabung Dewa United

Gibran Tinjau Pelabuhan Pascagempa

Api TPA Ciniru Meluas

Sindikat Materai Palsu Dibongkar

Lima Atlet Panjat Tebing Jadi Korban

Harga Pangan Nasional Masih Tinggi