JCCNetwork.id- Tegangnya situasi di Jalur Gaza memicu perhatian dunia. Konflik antara Kelompok Militan Palestina, Hamas, dan Israel terus meningkat, dengan serangkaian serangan mematikan yang merenggut korban jiwa.
Bakal Calon Presiden Anies Baswedan memandang konflik ini sebagai akibat ketidakadilan yang dirasakan oleh warga Palestina selama pendudukan Israel. Anies menyoroti fakta bahwa selama puluhan tahun, warga sipil Palestina telah menghadapi penindasan, pemindahan tanah, dan kekurangan keadilan hukum.
“Dalam catatan kami, di dua tahun terakhir ini, hampir 600 orang Palestina terbunuh dan tidak ada penegakan hukum bagi pelakunya. Kemudian ada aktivitas penindasan terus menerus, apartheid, perluasan pemukiman ilegal, pembunuhan dilakukan oleh militer maupun pemukim ilegal di kawasan pendudukan kepada rakyat Palestina,” kata Anies saat di Malang, Jawa Timur, dikutip.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dengan tegas mengimbau agar konflik ini segera diakhiri. Dalam pernyataannya pada Senin (9/10/2023), AHY menyatakan, “Tragedi kemanusiaan di Gaza akibat konflik terbuka antara Hamas dan Israel harus segera dihentikan. Upaya gencatan senjata dan pengakhiran kekerasan menjadi suatu keharusan, di tengah semakin banyaknya korban sipil yang berjatuhan. Juga berpotensi memicu ketegangan yang lebih besar di kawasan dan dunia”
Sambil mengingatkan pada pengalamannya sebagai pasukan perdamaian PBB di perbatasan Lebanon-Israel, AHY menyatakan keyakinannya bahwa eskalasi konflik ini tidak akan mereda tanpa penyelesaian akar permasalahannya.























