Kabar Gembira! 4 Wonderkid Sepak Bola Berbakat Atambua Bakal Harumkan Nama Flobamora di Denpasar

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id– Kabar gembira datang dari dunia sepak bola Nusa Tenggara Timur (NTT). Empat wonderkid berbakat dari Akademi Bintang Timur Atambua (BeTA) telah meraih tiket emas ke tim sepak bola Pra PON NTT.

Tim Pra PON NTT telah mengumumkan pemilihan 25 pemain berbakat dari seluruh wilayah Flobamora untuk mewakili Pasukan Komodo di Pra PON 2023 yang akan digelar di Denpasar, Bali, pada bulan Oktober mendatang.

- Advertisement -

Di bawah komando sang juru taktik, Ridwan Angsar, tim Pra PON NTT akan menjalani pemusatan latihan di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Tujuan utama adalah untuk mengasah kerjasama tim dan menyelaraskan ritme permainan antar pemain.

Kebanggaan luar biasa dirasakan oleh masyarakat Kota Atambua, Kabupaten Belu, karena empat wonderkid dari Akademi BeTA berhasil masuk dalam seleksi tersebut.

Keempat pemain berbakat dari Macan Batas ini mencakup pemain bertahan Cristian Finanta, gelandang Efrem Abi dan Crespo Hale, serta penyerang Alberto Soares.

- Advertisement -

Mereka adalah bagian dari 25 pemain terpilih yang akan mewakili Pra PON NTT di Denpasar, Bali.

Keberhasilan keempat pemain muda Atambua ini diharapkan akan memupuk semangat cinta akan sepak bola di wilayah perbatasan Republik Indonesia-Timor Leste. Diharapkan, talenta-talenta berbakat di Atambua dapat terus berkembang, dan prestasi sepak bola di Kabupaten Belu dapat terangkat.

Meskipun sepak bola di Kabupaten Belu mengalami pasang surut, kehadiran Efrem dan kawan-kawan membuktikan bahwa semangat tak akan pudar.

Masyarakat NTT diharapkan dapat memberikan dukungan dan doa terbaik untuk skuad Komodo di Pra PON Bali. Sebab semakin besar dukungan dan doa yang diberikan, semakin tinggi pula semangat para pemain muda dan  seluruh official kepelatihan untuk mengharumkan nama Flobamora di seluruh Indonesia.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Warga Satu Kota Berhalusinasi, Gegara Teror Roti Beracun

JCCNetwork.id- Bayangkan sebuah kota kecil yang tenang di Prancis Selatan. Tanggal 15 Agustus 1951, warga Pont-Saint-Esprit menjalani hari seperti biasa. Mereka membeli roti hangat...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER