JCCNetwork.id – Kepala Desa (kades) di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) Provinsi Maluku sukses menyita perhatian publik. Bukan karena prestasi baik dari sang Kades tersebut, justru tindakan penganiayaan seorang wanita yang diduga merupakan selingkuhannya.
Diketahui, proses penganiayaan itu terjadi usai wanita yang menjadi korban berinisial SL (43) menolak ajakan jalan oleh sang Kades berinisial JM (43).
JM merupakan pejabat Kepala Desa Kamlanglale, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan. Meskipun JM sudah beristri, akan tetapi pelaku kerap mengajak korban untuk jalan-jalan.
Dikutip JCCNetwork.id dari Instagram @beta_maluku, Kapolres Buru Selatan AKBP M. Agung Gumilar mengatakan, bahwa penganiayaan itu dilaporkan oleh teman korban yang tinggal bersamanya.
Agung menjelaskan, bahwa sebelum penganiayaan dilakukan, Kades lebih dulu datang untuk menanyakan keberadaan korban dari temannya.
Teman dari korban pun menjawab bahwa korban sedang mandi hingga membuat pelaku langsung pergi.
Namun berselang 15 menit, pelaku datang lagi dan mengajak korban untuk pergi. Meski korban sudah menolak untuk diajak jalan sama pelaku (JM) ke pantai Masnana.
“Diduga penganiayaan terjadi disana karena dari keterangan pelapor setelah korban pergi, dirinya juga pergi membeli makan, tetapi saat balik ke kos korban sudah tidak sadarkan diri dengan berlumuran darah,” terang Kapolres Bursel.
Hingga berita ini dimuat, kasus penganiayaan yang melibatkan Kades di Kabupaten Buru Selatan ini masih di dalami dengan pemeriksaan saksi dan pelaku pada hari ini.



